Hiburan

Tayangan Unggulan Pekan Ini: Babak Akhir Stranger Things dan Bel-Air Warnai Libur Thanksgiving

Pekan ini menjadi momen yang sangat dinanti bagi para pelanggan layanan streaming global. Bertepatan dengan perayaan Thanksgiving di Amerika Serikat, platform raksasa seperti Netflix, Peacock, Disney+, dan HBO Max berlomba-lomba menghadirkan konten terbaik mereka. Fokus utama tertuju pada musim terakhir dari dua serial populer, “Stranger Things” dan “Bel-Air”, yang siap menemani waktu santai penonton dengan drama dan ketegangan yang memuncak. Selain itu, terdapat pula suguhan dokumenter musik dan olahraga yang telah diremaster untuk bernostalgia.

Awal dari Akhir Fenomena Sci-Fi

Bagi penggemar setia “Stranger Things”, penantian panjang akhirnya terbayar. Musim kelima yang menjadi penutup fenomena fiksi ilmiah ini telah resmi tayang di Netflix, dimulai dengan peluncuran Volume 1. Mengambil latar waktu musim gugur tahun 1987, cerita berlanjut dengan situasi kota Hawkins yang mencekam di bawah karantina militer. “Hellfire Club” kembali bersatu, didorong oleh misi mendesak untuk melacak dan menghentikan teror Vecna untuk selamanya.

Taruhannya kali ini terasa jauh lebih besar. Persahabatan para karakter diuji, terutama dinamika antara Dustin dan Steve, saat mereka berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan Holly Wheeler. Karakter Holly kini diperankan oleh Nell Fisher, menggantikan peran yang sebelumnya dimainkan oleh kembar Price. Di sisi lain, Eleven yang diperankan Millie Bobby Brown sedang dalam pelarian, berusaha keras mengasah kekuatannya sebelum menghadapi konfrontasi terakhir yang tak terelakkan melawan Vecna. Berdasarkan penayangan perdana episode pertama, musim ini menawarkan pengalaman sinematik yang benar-benar menakutkan, menetapkan standar tinggi untuk sisa episode yang akan datang.

Jadwal Rilis Episode Pamungkas

Netflix menerapkan strategi rilis bertahap untuk musim terakhir ini. Setelah empat episode pertama yang sudah bisa disaksikan sekarang, penggemar harus sedikit bersabar untuk kelanjutannya. Tiga episode berikutnya, yakni Episode 5 (“Shock Jock”), Episode 6 (“Escape from Camazotz”), dan Episode 7 (“The Bridge”), dijadwalkan tayang tepat pada Hari Natal, 25 Desember pukul 8 malam waktu setempat (ET).

Puncaknya, episode terakhir dari serial ini yang bertajuk “The Rightside Up”, akan dirilis secara terpisah kurang dari seminggu kemudian. Episode pamungkas ini akan tayang perdana pada hari Tahun Baru, memberikan penutup dramatis bagi saga Hawkins saat dunia menyambut tahun yang baru.

Perpisahan Pahit Manis di Bel-Air

Beralih ke platform Peacock, musim keempat dan terakhir dari “Bel-Air”—versi reboot dramatis dari sitkom klasik “The Fresh Prince of Bel-Air”—juga telah tersedia. Musim perpisahan ini dimeriahkan oleh penampilan khusus dari sejumlah bintang besar, termasuk Snoop Dogg, Tyra Banks, dan Janet Hubert. Carla Banks-Waddles selaku showrunner mengungkapkan bahwa akhir cerita ini dirancang untuk memberikan rasa “pahit manis”.

Tujuannya adalah membuat penonton merasa bahwa meskipun ini adalah sebuah akhir, momen tersebut juga merupakan awal baru bagi banyak karakternya. Tim produksi merasa bangga bisa mengantarkan setiap tokoh menuju tahap kehidupan selanjutnya dengan penuh harapan, sebuah sentimen yang merefleksikan perasaan para kru saat menyelesaikan produksi serial ini.

Nostalgia Musik dan Olahraga Legendaris

Untuk mereka yang mencari tontonan non-fiksi, Disney+ dan HBO Max menawarkan perjalanan ke masa lalu. Disney+ menghadirkan “The Beatles Anthology”, sebuah seri dokumenter tahun 1990-an yang telah direstorasi ulang. Versi terbaru ini tidak hanya menyuguhkan kualitas gambar yang lebih baik, tetapi juga menyertakan rekaman yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya serta tambahan episode kesembilan yang benar-benar baru.

Sementara itu, HBO Max merilis film pendek berjudul “The Shuffle”. Film ini mengupas tuntas proses pembuatan lagu rap ikonik “The Super Bowl Shuffle” milik Chicago Bears tahun 1985 yang sempat masuk nominasi Grammy. Mantan pemain Chicago Bears seperti Willie Gault, Mike Singletary, Jim McMahon, dan Gary Fencik turut berpartisipasi, membawa penonton kembali ke masa kejayaan tim tersebut dan fenomena budaya pop yang mereka ciptakan.