Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pusat data (data center) global terus mendorong permintaan terhadap media penyimpanan yang tidak hanya berkapasitas besar, tetapi juga memiliki latensi rendah. Menjawab tantangan tersebut, SSSTC, anak perusahaan dari jenama memori global Kioxia, baru saja mengumumkan peluncuran seri SSD Enterprise terbaru mereka, ER4. Peluncuran ini menjadi momentum tepat untuk kembali memahami peran vital perangkat penyimpanan (storage device) dalam ekosistem komputasi modern, mulai dari definisi dasar hingga klasifikasi teknologinya.
Terobosan Kapasitas dan Performa Seri ER4
Dalam rilis terbarunya, SSSTC menghadirkan SSD SATA seri ER4 yang menawarkan kapasitas masif hingga 16TB (15.36TB). Perangkat ini dirancang khusus untuk menangani beban kerja tinggi seperti inferensi AI, analisis waktu nyata (real-time), dan lingkungan dengan konkurensi tinggi. Untuk varian 16TB, perangkat ini mampu menyuguhkan performa baca/tulis acak (random read/write) masing-masing sebesar 98K IOPS dan 30K IOPS. Sementara itu, varian 8TB mencatatkan kinerja tulis acak yang lebih tinggi di angka 55K IOPS.
Keunggulan teknis seri ini terletak pada penggunaan antarmuka standar SATA 6Gb/s yang mendukung fitur hot-plug. Fitur ini memungkinkan perusahaan untuk beralih dari penyimpanan HDD konvensional ke SSD tanpa perlu merombak arsitektur server yang sudah ada, sebuah efisiensi krusial bagi infrastruktur teknologi informasi. Dengan kecepatan baca/tulis sekuensial mencapai 550MB/s dan 530MB/s, seri ER4 diklaim sangat optimal untuk sistem Online Transaction Processing (OLTP), komputasi awan, hingga sistem pemantauan video.
Keamanan Data dan Reliabilitas Tingkat Tinggi
Sebagai perangkat kelas enterprise, SSSTC tidak hanya berfokus pada kecepatan. Seri ER4 dilengkapi dengan perlindungan data end-to-end, fitur True PLP (Power Loss Protection) untuk mencegah kehilangan data saat listrik padam mendadak, serta opsi enkripsi AES-256 (TCG Enterprise). Keandalan perangkat ini juga didukung oleh jaminan MTBF (Mean Time Between Failures) hingga 3 juta jam dan garansi selama 5 tahun, memastikan operasional jangka panjang yang stabil.
Memahami Konsep Dasar Storage Device
Kehadiran teknologi canggih seperti SSD ER4 ini tidak lepas dari konsep dasar storage device dalam arsitektur komputer. Secara mendasar, komputer bekerja dengan alur menerima, mengolah, dan menyimpan instruksi. Di sinilah storage device berperan sebagai komponen vital untuk menyimpan, memindahkan, atau memuat data hasil pemrosesan komputasi. Tanpa adanya komponen ini, pengguna tidak akan dapat mengakses kembali data yang telah dibuat atau menjalankan sistem operasi.
Dalam hierarki komputer, perangkat penyimpanan umumnya terbagi menjadi dua kategori utama: Primary Storage dan Secondary Storage. Seri ER4 yang baru diluncurkan SSSTC masuk dalam kategori Secondary Storage, namun dengan teknologi Flash Memory yang jauh lebih modern dibandingkan pendahulunya.
Perbedaan Penyimpanan Primer dan Sekunder
Primary Storage Device, atau sering disebut memori internal, bekerja berdampingan langsung dengan CPU. Contoh paling umum adalah RAM (Random Access Memory) dan ROM (Read Only Memory). RAM berfungsi menyimpan data sementara yang sedang aktif diproses; sifatnya volatil, artinya data akan hilang saat komputer dimatikan. Sebaliknya, ROM menyimpan instruksi permanen untuk booting sistem dan datanya tidak dapat ditulis ulang dengan mudah.
Sementara itu, Secondary Storage Device seperti Hard Disk (HDD) dan SSD berfungsi untuk penyimpanan jangka panjang. Data di dalamnya bersifat non-volatil (tetap ada meski listrik mati) dan dapat dimodifikasi, ditambah, atau dihapus oleh pengguna sesuai kebutuhan. Inilah segmen di mana inovasi seperti seri ER4 bermain, menggantikan peran HDD lama yang berbasis piringan magnetik dengan chip memori yang lebih cepat.
Evolusi Tipe Perangkat Penyimpanan
Ditinjau dari bentuk dan teknologinya, perangkat penyimpanan telah berevolusi melalui beberapa fase. Tipe Magnetic Storage Device, seperti Floppy Disk (disket) dan Hard Disk konvensional, menggunakan cakram magnetik untuk membaca data. Meski masih digunakan, teknologi ini mulai tergeser oleh Flash Memory Device.
Tipe Flash Memory, yang mencakup Flash Disk dan SSD (seperti produk terbaru SSSTC), menggunakan sirkuit elektronik untuk menyimpan data secara permanen. Keunggulannya adalah kecepatan akses yang jauh lebih tinggi dan ketahanan fisik yang lebih baik karena tidak memiliki komponen bergerak. Selain itu, terdapat pula Optical Storage yang memanfaatkan laser seperti CD/DVD, serta Cloud Storage yang memungkinkan penyimpanan data di server jarak jauh via internet.
SSSTC menegaskan komitmennya untuk terus memperluas lini produk SSD enterprise ini guna mendukung transformasi digital global. Langkah ini menunjukkan bahwa pemahaman mengenai jenis dan fungsi storage device bukan hanya teori dasar komputer, melainkan pengetahuan relevan untuk mengikuti perkembangan teknologi infrastruktur data masa depan.



