oleh

Proyek Mangkrak di KM 9 Hasil Dari PT Alamat Palsu

TRIBUNPOS PALEMBANG – Proyek Drainase yang sedang di garap PemKot Palembang di JL. Kol H burlian KM 9 (Di Depan Perum damri) sekarang mangkrak dan diduga dikerjakan oleh PT bodong yang dibuktikan dengan beralamatkan di alamat rumah dan di Plang Nama Konstruksi tidak dicantumkan jumlah anggaran.


Dari pantauan wartawan TRIBUNPOS.COM proyek Drainase di daerah KM 9 terkesan terbengkalai, sudah kurang lebih 3 minggu sejak terakhir pengerjaan proyek tersebut. Total anggaran yang di keluarkan Pemkot Palembang Sebesar 3,9 Miliar Rupiah di ambil dari APBD Kota Palembang.

Proyek yang memiliki masa kerja selama 180 Hari tersebut seharusnya dapat di selesaikan dalam waktu kurang dari 180 Hari, dimana proyek tersebut mengganggu arus lalu lintas dan sekarang sudah banyak aduan dari warga sekitar yang mengalami kecelakaan akibat jalan rusak tersebut.

Proyek yang dikerjakan oleh PT Legend Bukit Konstruksi (PT. LBK) sebagai pemenang tander tersebut sampai hari ini (Jumat, 4/9) masih terpantau oleh tim TRIBUNPOS.COM belum berjalan juga. Saat tim TRIBUNPOS.COM mau mengkonfirmasi kepada pihak tender pemenang dengan mendatangi alamat yang tertera di halaman LPSE Kota Palembang yang ternyata menuju ke suatu rumah padat penduduk.

Saat Tim TRIBUNPOS.COM sedikit mengalami kesulitan mencari alamat tersebut yang akhirnya dapat terbantu dengan mendatangi ketua RT 20 RW 08 Kelurahan 9 ilir, Kecamatan Ilir Timur 2 dan minta ditunjukan ke rumah di alamat tersebut, dan ternyata yang di dapat bukan PT yang bersangkutan akan tetapi rumah penduduk biasa.

Setelah di konfirmasi ke rumah yang bersangkutan, Pihak pemilik rumah sempat mengaku bernama Bayu, tapi nama aslinya yang Tim Tribun Pos konfirmasi ke ketua RT nama pemilik rumah adalah Eko, tetapi setelah Tim Tribun Pos menjelaskan soal PT LBK yang beralamatkan di rumahnya, beliau baru mengaku bernama Eko.

“Bener untuk alamat PT tersebut disini, tapi hanya sekedar menumpang alamat saja, untuk PT nya tidak disini, kami cuma dapet komisi 1% untuk PT tersebut menumpang alamat disini” jelas Eko.

“Kami ini cuma menjalankan saja pak, kalo untuk kenapa proyek itu terhambat mungkin di karenakan, ya ada permasalahan pembayaran dari pihak Pemkot mungkin, kalo untuk lebih jelasnya langsung ke dinas terkait saja pak” tambah Eko.

Setelah di konfirmasi dengan bertemu langsung, Tim Tribun Pos mengkonfirmasi soal jabatan Eko di dalam PT. LBK, menurut pesan singkat WA, Eko mengaku menjabat sebagai Humas PT. LBK dan di dalam proyek ini tidak ada Konsultan Pengawasnya.

Setelah mengkonfirmasi dari pihak PT terkait, tim TRIBUNPOS.COM juga menyambang Dinas PU Kota Palembang untuk memintai konfirmasi terhadap proyek ini tetapi saat ingin ditemui, pihak yang terkait yang menangani kasus ini kebetulan juga bernama Eko sebagai Pejabat Pengambil Keputusan (PPK) juga tidak ada di tempat, Pihak keamanan di dalam kantor tidak tahu dimana pak Eko berada dan tidak tau nomor beliau sehingga tidak dapat terkonfirmasi dan sampai sekarang belum ada konfirmasi lanjutan dari dinas terkait mengenai proyek ini.

Wartawan : Tim Tribunpos

Editor         : Indra Darmawan

Komentar

Headline