oleh

Ketua LSM Genura menilai Pemda Lampura Terkesan Lamban Menyikapi Kelangkaan Pupuk

TRIBUNPOS LAMPUNG UTARA – Menyikapi dan menanggapi pemberitaan di sejumlah media online terkait kelangkaan pupuk bersubsidi. Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Nurani Rakyat (LSM Genura) provinsi Lampung, Fadri Eka Saputra, S.H., menilai pemerintah daerah dalam hal ini dinas pertanian, terkesan lamban mengatasi kelangkaan pupuk bersubsidi di kabupaten Lampung Utara.

Ia juga menyayangkan sebuah statement seorang kepala dinas pertanian yang dimuat di sebuah media online yang menyatakan jika kelangkaan pupuk bersubsidi di kabupaten Lampung Utara disebabkan karena keterlambatan pihak distribotor dan kios dalam melakukan perjanjian jual beli.


“Kalau betul kelangkaan pupuk bersubsidi disebabkan karena pihak distributor dan kios terlambat melakukan tanda tangan perjanjian jual beli. Seharusnya pemerintah daerah mengambil langkah cepat menelusuri kebawah, tentang keterlambatan mereka dalam mengadakan kontrak perjanjian jual beli,” terang Fadri.

Menurut Fadri, agar para petani tidak mengalami kekurangan pupuk bersubsidi, seharusnya pihak distribotor dan kios sudah melakukan perjanjian jual beli dari jauh hari sebelum akhir tahun.

“Kita kan tahu kalau pupuk ini sangatlah di butuhkan oleh para petani. Jadi jangan nunggu sampai petani menjerit dulu baru dicarikan solusinya. Inilah yang sangat kita sayangkan, hanya dengan alasan yang tidak masuk akal petani di lampura harus kesulitan mendapatkan pupuk. Padahal menurut wakil kepala gudang Penyangga Pupuk PT. Petro Kimia Gersik, Gudang Lini Tiga Kota Bumi, sejak Desember pupuk itu sudah ada di gudang”, tambah Fadri.

Fadri menduga, bahwa fenomena ini disebabkan karena adanya kelalaian dari pihak pengelola Gudang, distributor, dan pengelola kios. Untuk itu dirinya berharap Pemerintah Daerah Secepatnya dapat memanggil pihak pihak terkait dan menindak tegas apa bila ditemukan adanya pelanggaran yang menimbulkan kerugian banyak pihak.

Wartawan : Davi

Komentar

Headline