oleh

Diduga Proyek Tebat Gelumpai Dikerjakan Asal – asalan

TRIBUNPOS BENGKULU SELATAN – Pengerjaan proyek Tebat Gelumpai menelan dana kurang lebih 3,4 miliar rupiah dikerjakan asal – asalan. Ketika Tribun Pos Bengkulu Selatan konfirmasi Rabu (25/11/20) dengan salah satu pengawasnya berinisial Zen, tentang pengerjaan proyek tersebut asal – asalan Zen tidak bersedia untuk menjawab, Zen hanya tersenyum dan geleng – kepala sambil memakai topi dan mulut tertutup masker sesuai dengan peraturan protokol kesehatan.

Sumber dana proyek, Revitalisasi situ Tebat Gelumpai ini menggunakan Dana APBN murni yang notabennya Dinas Pekerjaan Umum Balai Sumatera VII, namun sangat di sayangkan dikerjakan asal jadi, sebagai contoh talut pembendung air yang hanya beberapa meter dari jalan raya jurusan Kecamatan Manna dan kota Manna, Kabupaten Bengkulu selatan ini.

Susunan batu pada talut tersebut hanya diberi semen ala kadarnya dan tidak di plester apa lagi dikasih besi. Beberapa warga yang selalu mengamati pengerjaan proyek yang menelan Dana miliaran rupiah dikerjakan asal jadi tersebut, namun beberapa orang warga tersebut sungguh sangat heran. ” Tapi kami sebagai warga biasa tidak bisa berbuat apa – apa, kami hanya berpikir, bagaimana cara konsultan membuat suatu RAB dengan pengerjaan Tebat Gelumpai yang menggunakan Dana miliaran rupiah tapi sangat sepele,” ungkap warga yang tidak mau menyebutkan namanya.

Masih kata warga, dari mulai perangkai besi dinding itu juga kami sudah sangat heran jarak besi yang di rangkai itu sangat jarang melebihi dari 20 cm padahal proyek APBD saja jarak besi untuk talut aja itu 15 cm jelas beberapa warga yang sangat paham dengan proyek – proyek yang menggunakan Dana negara jelasnya kepada Tribun Pos Bengkulu Selatan dan ironisnya lagi proyek Tebat Gelumpai tersebut di duga menggunakan material seperti Batu, Batu pantai, dan batu pantai itu tidak ada yang mempunyai perizinan resmi.

Wartawan : Ham

Komentar

News Feed