oleh

M Akbar Alfaro : Nanti Sajalah Kita Bicara Pilkada!!!

TRIBUNPOS PALEMBANG – Kontestasi pilkada kota Palembang masih beberapa tahun lagi dilaksanakan, namun saat ini jagad sosmed bahkan media luar ruang sudah mulai riuh memunculkan beberapa nama yang dianggap akan ikut berkompetisi memperebutkan kursi orang nomor satu di Palembang tersebut.

Meski nyaris tidak pernah menampilkan publikasi seperti yang nama – nama kandidat lain, namun nama M. Akbar Alfaro di yakini banyak pihak akan ikut berkompetisi kembali pada persaingan bakal calon walikota 2023 – 2028.
Sebagaimana diingat publik, tokoh muda yang kini menjabat sebagai anggota DPRD kota Palembang dari partai Gerindra ini pernah menorehkan namanya pada kontestasi pilkada kota Palembang periode lalu dengan maju sebagai satu satunya calon independen.

Akbar juga mencatatkan sejarah sebagai tokoh termuda yang pernah maju menjadi kandidat walikota Palembang periode lalu meski kalah suara dengan incumbent yang saat ini masih menjabat. Menanggapi itu, M. Akbar Alfaro justru menyatakan tidak terlalu tertarik untuk membahas masalah pilkada Palembang mendatang.

kondisi masyarakat yang masih tertekan secara sosio ekonomi akibat pandemi covids-19, serta berbagai kegiatan sebagai anggota dewan membuatnya lebih terfokus untuk melakukan yang terbaik saat ini. ” Nanti sajalah kita bicara soal Pilkada…rakyat masih susah akibat Covids-19, dan lagipula aku masih punya kontrak politik dengan rakyat yang harus aku tuntaskan sebagai wakilnya di dewan.”. Ungkap Akbar.

Pilkada kota Palembang sendiri diprediksi bisa memunculkan 4 pasangan calon yang akan bersaing pada pilkada mendatang, mengingat komposisi jumlah kursi di DPRD kota Palembang relatif merata, dimana koalisi 2 partai saja memungkinkan untuk mengusung satu pasangan, diluar partai Nasdem yang memiliki 3 kursi dan PPP yang hanya menempatkan satu wakilnya saja. Sementara partai partai lain memiliki 5 hingga 9 kursi dari total 50 kursi yang ada di dewan.

Wartawan : Syaiful Jabrig

Editor : Beby Akbar

Komentar

News Feed