oleh

SMA Negeri Tugumulyo Diduga Kangkangi Aturan

TRIBUNPOS MUSIRAWAS , SUMSEL – SMA Negeri Tugumulyo, Kabupaten Musirawas, Provinsi Sumatera Selatan. Diduga kangkangi Surat Edaran Gubernur Sumatera Selatan dengan Nomor 420 /12553/ Disdik.SS /2020. Tentang Penundaan Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka Semester Genap Tahun Ajaran 2020 / 2021 Di Provinsi Sumatera Selatan.

Dikeluarkan di Palembang Tertanggal 30 Desember 2020 bahkan surat tersebut ditujukan kepada seluruh Bupati dan Walikota se-Provinsi Sumatera Selatan dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama se-Provinsi Sumatera Selatan.


Tertulis, Menindaklanjut Surat Edaran Gubernur Nomor 420/11364. a/Disdik.SS /2020 tanggal 30 November 2020 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran
2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19 pada Satuan Pendidikan di Provinsi Sumatera Selatan dengan ini dimintakan perhatian sebagai berikut:

1. Memperhatikan data perkembangan konfirmasi Covid-19 di Sumatera Selatan dan rekomendasi dari tim ahli gugus tugas Covid-19 Sumatera Selatan, serta masukan dari instansi terkait pada pertemuan Rakor di Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan bahwa untuk kondisi saat ini masih rentan terhadap Penularan Covid-19.

2. Sehubungan hal tersebut di atas dihimbau kepada Bupati/Walikota se-Sumatera Selatan untuk
menunda kegiatan pembelajaran secara tatap muka langsung disemua Satuan Pendidikan, dan
dialihkan secara Pembelajaran Jarak Jauh (P12) meialul daring/luring/modul serta pembelajaran lain sejenis, pada semua jenjang pendidikan sesuai kewenangannya.

3. Penundaan Pembelajaran secara tetap muka langsung dimaksud dilakukan sampai dengan Vaksin di
distribusikan dan setelah itu dilihat perkembangan kasusnya pada masing-masing Daerah
Kabupaten/ Kota Demikian disampaikan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Sementara Kepala SMA Negeri Tugumulyo, Suheriah, saat diwawancarai mengenai dugaan pelanggaran surat edaran Gubernur Sumatera Selatan dimasa pandemi, dirinya mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilakukan hanya untuk mengobati atau menghibur hati anak-anak nya yang sudah lama tidak bersekolah.

“Untuk menutup kekecewaan anak-anak, menghibur anak-anak yang sudah latihan sebelum edaran itu, hari pertama kami upacara biasanya upacara 40 menit tapi ini hanya 20 menit, tentunya sesuai protokol kesehatan”. jelasnya.

Sementara itu belum ada pihak Gugus covid 19 yang di wawancarai hingga berita ini di tayangkan.

Wartawan : Andika Saputra

Komentar

Headline