oleh

Pemerintah Bisa Menempatkan Bidan Desa di Daerah 3T Agar KBM Berjalan Seperti Biasa

TRIBUNPOS OKI , SUMSEL – Riwayat bangsa kita yang dijajah dan dibodohkan adalah merupakan keadaan yang memprihatinkan. Ini merupakan sejarah hitam bangsa ini yang cukup untuk dijadikan pengalaman pahit negeri ini. Namun kepahitan dan keprihatinan ini kadang masih tampak dimata kita, karena di lingkungan sekitar kita masih sering kita jumpai kebuta aksaraan.

Dalam kata lain bahwa buta aksara sejak jaman penjajahan sampai dengan saat ini belum teratasi, padahal keterbelakangan negeri ini yang menyebabkan diantaranya adalah faktor kebodohan dari masyarakat Indonesia. Selain karena sumber daya pendidik yang kurang, hal ini juga dikarenakan ketidaksadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya pendidikan.

Selain hal tersebut diatas, pendidikan di Indonesia sejak awal tahun 2020 hingga kini semakin dibuat bodoh oleh wabah virus corona. Bagaimana tidak? Peserta didik di negeri ini dipaksa berpisah dengan teman-teman sekelas dan guru yang biasanya setiap pagi hingga siang memberikan ilmu sebagai pelita hidup serta membimbing tanpa pamrih.

Padahal cita-cita bangsa ini seperti yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 untuk menjadikan bangsanya yang cerdas adalah sangat besar. Langkah yang saat ini  sedang dilaksanakan pemerintah dalam mengatasi pembelajaran akibat pandemi Covid-19 adalah program pendidikan dalam jaringan (Daring) internet dan televisi.

“ Kasihan bagi anak – anak didik yang berada nun jauh di pelosok desa terisolir, jauh dari jangkauan layanan internet, serta harus memiliki handphone android. Belajar via daring dengan tatap muka langsung jelas sangat beda,” ungkap Medi tokoh masyarakat di Dusun VI Mesuji Karang Indah, Desa Pinang Indah, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir pada wartawan, Minggu (06/09/20).

Menurut Medi untuk melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) sebenarnya bisa dilakukan seperti biasanya, karena daerah setempat memang sudah sendirinya mengisolasi diri. “ Semestinya kegiatan belajar mengajar di dusun ini berjalan seperti biasa saja, dusun ini kan masuk kategori dusun Terdepan, Terpencil  dan Tertinggal (3T). Artinya dusun ini dengan sendirinya sudah terisolasi,” jelas Medi.

Medi berharap anak – anak dapat belajar seperti biasanya di sekolah, bertemu dengan teman – teman dan gurunya. Pemerintah dapat menempatkan seorang tenaga medis (Bidan desa) untuk mengawasi kegiatan sekolah.

 

Wartawan : Harmedi

Editor         : Indra Darmawan

Komentar

News Feed