oleh

Ijazah Anak Yatim Yang Ditahan Sekolah SMK Avicena Akhirnya Diberikan

TRIBUNPOS TANGERANG , BANTEN – Terkait pemberitaan Tribunpos.com serta media Aktualbanten.com pada tanggal 08 Agustus 2020, yang Judul Berita di TribunPos : “Miris, Ijazah Anak Yatim Ditahan Oleh SMK Avicena, Kemana Hati nurani dan PriKemanuasiaan” Yang menuai Kritik serta Empati dari berbagai kalangan dan element masyarakat.

 

Salah satunya datang dari Ketua Perkumpulan Saling Menyeba ( PASEBA) Imam Fahrudin yang beralamat di Jl. Raya Mauk Perum Permata Sepatan Blok A3/15 Desa. Pisangan Jaya Kec. Sepatan Tanggerang Banten – 15520, Dirinya merasa prihatin dengan adanya pemberitaan tersebut, bahkan hati nuraninya merasa tergugah Untuk membantu menebus Ijazah Sahrul Sidik.

Bersama Perkumpulan PASEBA, Imam Galang Donasi untuk membantu membayar Tunggakan Sahrul sidik seorang anak Yatim yang Ijazah nya ditahan selama tiga tahun, karena belum mampu melunasi Tunggakannya.

”Setelah terkumpul uang donasi dari para donatur, saya mendatangi serta mendampingi Sahrul Sidik selaku siswa SMK Avicane lulusan 2017. Untuk membayar tunggakan SPP dan administrasi agar pihak sekolah memberikan ijazah terhadap Sahrul Sidik” ungkapnya. Senin 10/08/2020

Lanjut kata Imam Ketua PASEBA,“  Alhamdulillah pihak sekolah SMK Avicane Rajeg, memberikan ijazah tanpa di pungut biaya sepeserpun, bahkan hasil sumbangan dari PASEBA, perkumpulan rekan-rekan dari pejabat, pengusaha, ormas, lsm, serta masyarakat bawah dan menengah, akhirnya kami serahkan kepada Sahrul,” tambah Imam

Terpisah, Yusuf dan Jaji selaku guru pengajar di Sekolah SMK Avicane Rajeg yang berlokasi di Jln. Raya Rajeg – Mauk Km.1 Desa. Sukamanah Kec. Rajeg Kabupaten Tangerang Banten.

Mewakili pihak sekolah keduanya menerima dengan baik Sahrul yang didampingi Imam dari Paseba yang bertujuan akan melunasi semua tunggakan administrasi, namun pihak sekolah menolak uang donasi masyarakat untuk membayar tunggakan SPP, UN dan administrasi, yang di berikan oleh Imam Fachrudin yang mendampingi Sahrul Sidik.

“Kami Memberikan ijazah terhadap Sahrul Sidik tanpa di pungut biaya alias gratis, kami pihak sekolah SMK Avicane Rajeg, mohon maaf atas kesalahan dan ini suatu pelajaran bagi kami dan untuk kedepan akan memprioritaskan, siswa-siswi yatim piatu mengenai pendaftaran dan administrasi setengah harga,” tegas Yusuf dan Jaji.

Sementara itu dana yang berhasil dikumpulkan dari para donatur akhirnya diberikan kepada Sahrul.

Semoga Ini menjadi Pelajaran bagi semua Pihak Sekolah Baik Itu Swasta apalagi Negeri,
agar tidak terjadi lagi hal-hal seperti ini lagi.

Watawan : OKI Agus Setiawan

Editor       : Yola

Komentar

News Feed