oleh

Begini Jawaban L2DIKTI Palembang Terkait Dugaan Ijazah Palsu Kadis P2KB dan P3A Mesuji

TRIBUNPOS MESUJI , LAMPUNG – Terkait  untuk mengetahui ijazah itu asli atau tidaknya dan terdaftar cukup lihat dan cocokan NIMnya saja, sesuai yang dikatakan oleh pegawai Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2DIKTI) Wilayah II yang beralamatkan di Jl. Srijaya No. 883, Srijaya, Kec. Alang-Alang Lebar, Palembang, Sumatera Selatan, 30153 kepada tim wartawan Tribun Pos Palembang dan Mesuji pada hari, Rabu (26/08/20) lalu.


Diketahui salah satu cara mengecek keaslian suatu ijazah haruslah kompleks dan benar seluruh isi datanya agar memudahkan kita untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lain ataupun ke dunia pekerjaan terlebih lagi untuk ijazah di jenjang pendidikan strata satu (S1) karena jika hanya NIM menjadi patokannya maka akan menimbulkan celah bagi oknum yang tidak bertanggung jawab.

Salah satu contoh temuan yang terindikasi menggunakan ijazah palsu yakni ibu Herawati S, SKM yang baru dilantik sesuai dengan surat Keputusan Bupati Mesuji Nomor : 821/731/V.03KPTS/MSJ/2020 pada tanggal 18 juni 2020 menjadi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P2KB dan P3A) Kabupaten Mesuji.

Herawati diduga menggunakan ijazah palsu, dikarenakan adanya perbedaan data yang ada dengan data yang ada di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI). Ditemukan ada beberapa perbedaan data, data ijazah yang terdaftar di Sekolah Tinggi Kesehatan Masyarakat Widya Dharma Palembang, akan tetapi setelah di cek di sekolah tinggi tersebut ternyata Sekolah Tinggi Kesehatan Widya Dharma Palembang sudah di TUTUP dan akhirnya dikonfirmasi ke Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Wilayah II. Setelah di bandingkan, ada perbedaan yang sangat signifikan dengan data yang ada dengan di L2DIKTI seperti Nama dan Tempat Tanggal Lahir yang sangat berbeda, hanya NIM yang sama.

“Kalo nama dan tanggal lahir itu kemungkinan bisa saja salah pengetikan, yang terpenting NIMnya saja yang sama,” jelas pegawai L2DIKTI pada tim wartawan TRIBUNPOS.COM .

Tidak hanya disitu saja, kejanggalannya, tim TRIBUNPOS.COM tengah berdebat dari pihak L2 DIKTI, tiba-tiba seorang ibu paruh baya datang dan menghapiri kru TRIBUNPOS.COM , tiba – tiba menyodorkan handphone, menunjukkan photo ijazah yang diduga ijazah yang ditunjukkan tersebut hasil japrian dengan Herawati, saya yakin kata salah satu wartawan. Lalu kru TRIBUNPOS.COM , bertanya kepada staf L2 Dikti, ibu yang tiba-tiba datang tadi itu siapa….??? yang menyodorkan ijazah melalui lewat handphone tadi, tanya kru TRIBUNPOS.COM , apakah staf kantor sini (L2Dikti), bukan-bukan, saya tidak kenal kata staf pelayanan terpadu L2dikti. “lantas siapa”…???

Ditambah lagi saat salah satu kru TRIBUNPOS.COM , saat mengambil Video dukumen, baru durasi video beberapa menit langsung dicegah dan disuruh hapus video tersebut. “Ya benar saya baru menggambil video langsung dicegah dan suruh hapus video tersebut, saya berhenti, lalu saya kasihin handphonenya ke pihak ke staf pelayan terpadu L2Dikti, video tersebut dihapus oleh staf pelayanan terpadu L2dikti”, kata Edo kru TRIBUNPOS.COM .

“Saya mau keluar dari ruangan, tiba-tiba dihampiri satpam, lalu melontarkan kata-kata,” yang menghapus video mu itu tadi, itu masih ponakan Tito Karnavian. Entah apa tujuan satpam tersebut ?”, ujar Edo.

“Kami meminta kepada penegak hukum usut tuntas terkait ijazah Herawati S, SKM diduga ijazah Palsu dan merugi pihak pihak tertentu”.

Dikonfirmasi  Herawati melalui akun WhatsApp pada Minggu malam (26/08/20) tidak merespon, selanjutnya melalui sambungan seluler ia menyampaikan bahwa saat ini lagi berada di rumah Bupati Mesuji. Hingga berita ini dipublikasikan Herawati belum dapat dihubungi. (TIM Tribunpos)

Komentar

News Feed