oleh

Simpang-siur IPAL Puskesmas di Lampung Utara Menyeret Dinkes dan DLH

  • Kapuskesmas: Kami Belum Pernah Mendapat Pembinaan dan Pengawasan

Laporan Wartawan Tribunpos, Davi Sandra, Lampung Utara, Lampung

TRIBUNPOS, LAMPUNG UTARA I Ketidakmampuan Dinas Kesehatan dalam menata Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di 27 Puskesmas yang ada di Lampung Utara menjadi sorotan.


Temuan Tribunpos.com, hanya 3 Puskesmas yang sudah memiliki Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Sisanya 24 Puskesmas hanya baru memiliki Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) saja.

Hal itu tentu menjadi perhatian serius Bupati, mengingat kinerja bawahannya yang belum benar bekerja.

Keterangan bertolak belakang antara Kepala Puskesmas dan Kepala Dinas, menunjukkan ada ketidakcocokan informasi yang terkesan menutupi ketidakberesan pekerjaan.

Kepala Puskesmas Tatakarya dan Kepala Puskesmas Abung Semuli, bahwa dengan jelas menyatakan Puskesmas mereka telah memiliki IPAL, namun memang begitulah bentuk IPAL yang ada di Puskesmas tersebut, tanpa pembuangan dan pembuatan IPAL hanya menyerupai tabung WC.

Untuk dokumen maupun surat izin pihak Puskesmas menyatakan, tidak mengetahui tentang hal tersebut, semua ada pada Dinas Kesehatan.

Namun sangat berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Lampung Utara Maya Manan kepada Tribunpos.com, Senin (01/03/2021) mengatakan, Puskesmas Tatakarya dan Puskesmas Abung Semuli belum memiliki IPAL.

“Itu baru sebatas pembuatan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) saja,” kata Maya.

Dia menjelaskan Puskesmas yang sudah ada IPAL baru ada tiga, yaitu Puskesmas Kotabumi Udik, Kubu Hitu dan Puskesmas Karang Sari, sedangkan yang lain baru sebatas pembuatan SPAL.

Menurutnya memang belum semua Puskesmas memiliki IPAL, karena untuk anggarannya terlalu besar. Hanya saja Puskesmas yang lain sudah memiliki Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) dan itu sudah sesuai dan sangat baik serta telah memiliki dokumen SPPL dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Untuk SPPL nya ada, yang pegang pihak Puskesmas masing masing,” ujarnya.

Saat ditanya tentang pengawasan baik dari Dinkes maupun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait pembinaan IPAL, dirinya menjawab pihak Dinkes sudah dengan baik melakukan pengawasan.

“Untuk DLH sendiri kami belum tau pasti apakah sudah pernah melakukan pengawasan pembinaan kepada pihak Puskesmas. Yang jelas kalau pengawasan yang sifatnya bersamaan dengan Dinkes pihak dari DLH belum pernah melakukan pembinaan, entah kalau mereka jalan sendiri,” kata Maya.

Sementara pengakuan kembali berbeda keluar dari Kepala Puskesmas. Puskesmas Tatakarya dan Abung Semuli memberikan keterangan bahwa pihak Dinkes dan DLH belum pernah melakukan pembinaan maupun pengawasan kepada mereka. Dan pihak Puskesmas pun belum pernah memberikan laporan ke DLH, karena tidak mengetahui bagaimana mekanismenya. (Bagian II)

Editor Berita: Sandi Pusaka Herman Timur

Komentar

Headline