oleh

Klinik Ummy Medika Disorot IPAL-nya, Oknum Wartawan Tuba Menantang Diberitakan

  • LSM Genura: Saya Sangat Menyayangkan Sikap Wartawan SF Yang Berlaku Arogan

Laporan Wartawan Tribunpos, Davi Sandra, Lampung Utara

TRIBUNPOS, LAMPUNG UTARA | Klinik Pratama Rawat Inap ‘Ummy Medika’ yang terletak di Desa Ogan Lima, Kecamatan Abung Barat, Kabupaten Lampung Utara diduga tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Incenerator atau alat pemusnah limbah padat.


Pasalnya pada saat tim media berkunjung ke klinik tersebut dan meminta izin untuk melihat IPAL, pihak klinik malah meminta surat tugas atau surat izin pemeriksaan. Dan tidak memberi izin untuk melihat IPAL.

Tak sampai disitu pihak klinik yang belakangan diketahui sebagai istri dari pemilik klinik tidak mengizinkan tim untuk melihat IPAL tersebut, hal itu terkesan seolah ada yang ditutup tutupi dari awak media.

“Maaf mas, saya tidak bisa memperlihtakan izin untuk media melihat IPAL itu, saya punya hak dong untuk tidak memberikan izin,” ucap Uti pada tribunpos.com, Rabu (10/03/2021).

Menurut Uti (Istri pemilik klinik) pihak media tidak ada hak untuk melihat IPAL tersebut, kecuali pihak media memiliki Izin dari Instansi terkait.

“Kalau pihak Dinkes yang ingin melihat atau memeriksa IPAL kami tentu kami perbolehkan, kalau media harus ada surat ijin,” katanya.

Tak sampai disitu pihak klinik yang belakangan diketahui sebagai istri pemilik klinik diam diam menelepon salah satu oknum wartawan yang ada di Kabupaten Tulang Bawang.

Uti (istri pemilik klinik) mengaku bahwa oknum wartawan yang berinisial SF tersebut adalah kakak suaminya yang bertugas di wilayah Tuba.

Atas tindakan Uti yang menelepon oknum wartawan tersebut, mengakibatkan terjadinya cekcok adu mulut antara wartawan media ini dengan SF yang mengaku wartawan anggota PWI Tulang Bawang.

Melalui sambungan telepon milik Uti, oknum tersebut menantang dengan nada tinggi agar klinik tersebut diberitakan.

“Ya sudah beritakan saja. Yang punya klinik itu adik saya, saya juga wartawan dan saya juga anggota PWI,” terang wartawan saat menirukan ucapan oknum anggota PWI tersebut .

Atas peristiwa tersebut salah satu Ketua LSM Genura Fadri Eka Saputra, menyayangkan tindakan pihak klinik yang terkesan mengadu domba antar sesama insan Pers.

Eka mengatakan pihak klinik mempunyai hak menolak bila tidak bersedia untuk dikonfirmasi, atau bila bersedia mengizinkan wartawan untuk melihat IPAL tersebut. Tanpa harus menelepon orang lain yang seolah-olah ingin mengadu domba.

Ia juga menyayangkan sikap wartawan atas nama SF yang terkesan melindungi dan berlaku arogansi terhadap sesama insan Pers.

“Dia kan seorang wartawan senior seharusnya dia memberikan contoh yang baik kepada juniornya. Bukan berkata kasar dan menantang untuk diberitakan. Jadi terkesan seolah-olah ada yang ditutupi dari klinik tersebut. Kalau bersih kenapa harus risih, kalau benar kenapa harus gentar dikonfirmasi wartawan, karena mereka pejabat maka mereka dikunjungi wartawan.” tegasnya.

Dari insiden ini diminta dinas terkait untuk dapat mengkroscek IPAL yang ada di Klinik Rawat Inap Ummy Medika, untuk memastikan kebenarannya. (Red-TP)

Editor Berita: Sandi Pusaka Herman Timur

Komentar

Headline