oleh

Ketahuan! Praktek Bidan Desa Yeni Agustin Buang Limbah Medis B3 Sembarangan

Laporan Wartawan Tribunpos, Davi Sandra, Lampung Utara, Lampung

TRIBUNPOS, LAMPUNG UTARA | Permasalahan limbah medis seakan-akan tiada hentinya. Temuan baru Tim Investigasi Wartawan Tribunpos.com baru-baru ini mendapati, ada limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang dibuang ke tempat sampah berada di halaman tempat praktek Bidan Desa Tatakarya, Kecamatan Abung Surakarta, Lampung Utara. Sampah medis itu diduga berbahaya bagi warga sekitar.


Menurut keterangan salah satu warga kepada awak media, dirinya sering melihat sampah medis yang tercampur dengan sampah rumah tangga di tempat tumpukan sampah tersebut.

“Saya sering melihat ada sampah medis yang dibakar di tempat sampah, kalau mas gak percaya coba aja lihat sendiri, masih banyak bekas botol obat suntik yang masih berserakan di tempat sampah itu”, ucap warga kepada tribunpos yang tidak ingin namanya dipublis belum lama ini.

Menurut warga, botol botol yang diduga bekas obat obatan tersebut berceceran dan banyak juga yang sudah pecah akibat terbakar.

“Kadang ada juga bekas infus mas, cuma gak tau masih ada apa enggak, sebab tumpukan sampah itukan sering dibakar, kalau limbah plastik ya pasti hangus,” kata dia.

Berawal dari keluhan warga, media tribunpos.com bersama tim mencoba menelusuri tempat kediaman bidan desa tersebut, dan langsung mengkroscek tempat pembuangan sampah guna memastikan kebenaran dari keterangan warga.

Alhasil, benar sekali apa yang disampaikan oleh warga. Pasalnya saat tim melihat tumpukan sampah tersebut di temukan beberapa bekas botol infus dan puluhan botol obat obatan yang di duga kuat bekas obat suntik.

Beberapa botol infus tersebut ditemukan masih dalam keadaan utuh, nampaknya baru saja dibuang dan belum sempat dibakar.

Sementara Yeni Agustin Bidan Desa tersebut saat dikonfirmasi dirinya membenarkan bahwa itu memang sampah medis yang berasal dari tempat prakteknya.

“Ia mas ini sampah medis dari tempat saya mungkin pembantu saya yang membuang sampah itu,” ucap Yeni dengan santainya, Kamis (04/03/2021).

Namun dirinya berkilah tidak mengetahui kalau sampah medis dibuang di tempat sampah apa lagi sampai dibakar.

Menurut Yeni, sampah medis yang dihasilkan itu disetorkan kepada Puskesmas Tatakarya.

“Sampah medis kami setorkan ke Puskesmas Tatakarya, dan kami memang suda ada MOU dengan pihak Puskesmas,” terangnya.

Sementara Kepala Puskesmas Tatakarya Suparman saat dimintai keterangan terkait ada MOU dengan pihak bidan desa tersebut, dirinya mengaku tidak mengetahui pasti apakah bidan tersebut setor sampah di Puskesmas-nya atau tidak.

“Belum tau, saya nanti saya cari tau dulu,” ucap Suparman melalui sambungan telepon android milik oknum bidan Yeni.

Saat ditanya terkait sampah medis yang dibuang di tempat sampah, dirinya tidak bisa menjawab, bahkan melarang wartawan untuk merekam hasil pembicaraan di telepon.

“Saya gak bisa jawab karena saya masih di Kota Bumi, dan saya mohon ucapan saya ini jangan direkam, saya gak tahan pusing, pening palak saya,” kata Suparman sembari memutus sambungan telpon miliknya. (Red-TP)

Editor Berita: Sandi Pusaka Herman Timur

Komentar

Headline