oleh

Warga Tanyakan Perkembangan Penyelidikan, Polisi Ini Malah Curhat Ibunya Juga Korban Jambret

TRIBUNPOS PALEMBANG, SUMSEL Enam hari sudah, laporan tindak kriminal penjambretan yang telah diterima pihak Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Ilir Barat I, Kota Palembang, hingga hari ini Kamis (02/07/20) belum ada informasi perkembangan penyelidikan kepada pihak korban.

Berdasarkan keterangan orang tua korban, Deddy (45), pada Selasa (30/06/20) ia mendatangi kantor Mapolsek IB I, ingin menanyakan tentang informasi perkembangan hasil penyelidikan kasus penjambretan yang dialami anaknya (baca- Riski) pada Jum’at, 26/06/20 pukul 21:00 Wib yang terjadi di Jalan Dr. Soetomo persis di depan Gereja Santarmaria, Kelurahan Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang. Sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : LPB/639/VI/2020/SUMSEL POLRESTA PLG/SEK. IB I, Tanggal 26 Juni 2020.

Dikatakan Deddy, kedatangannya tak membuahkan hasil, ruang kerja Riksa Tim 2 Polsek IB I itu di gembok alias tutup. Tak puas sampai disitu, orang tua korban ini kemudian mencoba mengkonfirmasi melalui pesan singkat WhastApp kepada polisi yang menangani kasusnya, tapi tak direspon padahal pesan sudah dibacanya.

“Pada Selasa, tanggal 30 Juni 2020 saya mendatangi Polsekta IB I sekitar pukul 11:00 Wib untuk menanyakan perkara Curat/Jambret kepada yang menangani perkara yaitu Riksa Tim 2, Didi Firmansyah, SH. Tapi apa yang saya dapat, ruang kerja Riksa Tim 2 di gembok (tutup),” ungkap Deddy, orang tua korban.

Menurut Deddy, merunut pada Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2010 tentang tata cara pelayanan informasi publik dilingkungan kepolisian RI, Peraturan Kapolri Nomor 21 tahun 2011 tentang Informasi Penyidikan, Peraturan Kapolri Nomor 14 tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian RI.

Seharusnya hal seperti ini tidak terjadi. Penanganan laporan masyarakat seperti dirinya seakan direspon lamban, dan malah seperti tidak ada penanganan serius.  “Saya berhak mendapatkan keterangan dan informasi sejauh mana perkara yang anak dan saya laporkan kepada pihak kepolisian,” ucapnya dengan nada kesal.

Kemudian pada Kamis (02/07/20) hari ini, lanjut cerita ayah korban. Mapolsek IB I melalui Riksa 2 Didi Firmansyah, SH, baru membalas pesan Whatsapp-nya yang dikirimnya pada Selasa (30/06/20) lalu. Pesan balasan yang diterima Deddy sekira pukul 10.50 Wib itu yang meminta orang tua korban datang menemui Didi di Polsekta IB I.

Sampai di ruangan pemeriksaan Polsek IB I, ketika menanyakan perkembangan hasil penyelidikan sesuai laporan beberapa hari lalu. Penyidik meminta menghadirkan saksi (Cia,- red), teman korban pada kejadian tersebut.

“Saya bingung, pak Didi malah menceritakan tentang kejadian yang pernah menimpah ibunya, pernah kena jambret juga dan mengalami kerugian uang senilai Rp10 juta dan tiga buah HP. Lebih tragis lagi dampak penjambretan itu juga mengakibatkan ibu pak Didi terjatuh dan mengalami luka-luka, menurut penuturan pak Didi Firmasyah, SH,” urai Deddy orang tua korban pada media ini.

Saat media ini melakukan konfirmasi kepada tim Riksa 2 Polsekta IB I, Didi melalui sambungan seluler mengatakan, “Orang tua korban barusan datang ke kantor, silahkan tanya langsung pada orang tua korban,” sampainya melalui sambungan seluler.

Diketahui tindak kriminal di kota Palembang masih sangat tinggi, semestinya kepolisian dengan wilayah hukumnya yang masih rawan, cepat dan sigap merespon dan menyikapi laporan yang berkembang di masyarakat.

Harapan Deddy, dengan adanya kejadian ini pihak kepolisian bisa lebih sigap dalam merespon laporan dari pengaduan-pengaduan masyarakat. Polisi harus serius dan optimal menangani kasus seperti ini, karena ini menunjukkan kapasitas polisi sebagai pengayom, pelindung dan menjaga ketertiban keamanan masyarakat. (Red-TP)

Wartawan : Deddy Iswanto
Editor : Yolawati

 

 

 

Komentar

News Feed