oleh

Tiga Hari Buron, Otak Pelaku Begal Mobil IRT di Sukarami Akhirnya Ditangkap

TRIBUNPOS PALEMBANG, SUMSEL | Rustam Effendi (42) pelaku aksi begal mobil terhadap ibu rumah tangga (IRT), Surati (38) yang terjadi pada Senin lalu (29/7/2020), akhirnya berhasil ditangkap.

Rustam yang merupakan otak dari aksi begal yang dilakukannya bersama dengan Joni, yaitu rekannya yang berhasil ditangkap sebelumnya, merencanakan aksi begal tersebut kepada korban secara acak dan dengan modus berpura-pura sebagai anggota polisi. “Dalam aksinya pelaku ini selalu memakai pakaian polisi dan menggunakan borgol. Untuk borgol dibeli di Pasar Cinde,” terang Kasubdit Jatanras Polda Sumsel, Kompol Suryadi, Jumat (03/7/2020).

Rustam mengaku nekat melakukan aksi begal tersebut sesuai dengan pesanan rekannya, dengan tujuan mobil hasil kejahatan akan dijual oleh rekannya dengan sistem bagi hasil. “Saya sesuai pesanan, hanya cari mobil saja. Jadi, cari mobil, dapat, kasihkan ke teman untuk jual,” kata Rustam saat ditemui di Subdit Jatanras.

Dalam pengakuannya pula, ia beraksi dengan arahan rekannya dan memakai atribut polisi yang ia beli seharga Rp250.000,00. “Baju, celana, dan borgol beli habis Rp250.000,00. Itu 2 hari sebelum beraksi baru dibeli, pura-pura bilang polisi biar korban yakin,” ujarnya.

Setelah diselidiki pihak kepolisian, ternyata Rustam tidak hanya beraksi sebagai pelaku begal, namun ia juga tercatat sebagai residivis kasus perampokan bank plat merah pada tahun 2004 lalu. Bahkan ia telah berulang kali melancarkan aksinya dan terakhir pada 26 Juni lalu di kawasan Jakabaring bersama DK (DPO). Dalam aksi tersebut, mereka menggunakan modus yang sama hingga berhasil menggasak mobil Innova putih. “Dari pelaku kita kembangkan dan kembali dapatkan 1 unit mobil hasil kejahatan yang sama. Ini masih terus dikembangkan,” kata Suryadi.

Adapun kronologi pembegalan yang dialami oleh Surati ini terjadi pada Senin (29/6/2020) pukul 11.30 WIB di Jalan Soekarno-Hatta. Awalnya ia sedang mengendarai mobil Mitsubishi Pajero Sport Dakkar 4×4 bernopol BD-113-RI miliknya, namun dihentikan tiba-tiba oleh dua orang pelaku yang menggunakan sepeda motor. “Korban ini berkendara sendirian melintas di Jalan Soekarno-Hatta. Tiba-tiba di jalan dihentikan orang tak dikenal yang saat itu pakai sepeda motor, lalu mengetuk kaca mobil. Tidak lama, para pelaku memaksa korban untuk berhenti,” terang Suryadi.

Lalu korban yang ketakutan menghentikan mobilnya, hingga salah satu pelaku masuk ke dalam mobil dan meminta korban pindah tempat duduk di samping. Tanpa basa-basi, pelaku langsung memborgol korban dan mengatakan korban akan dibawa ke Polsek. “Di dekat Jalan Irigasi, pelaku berhenti dan menurunkan korban. Mobil dan HP korban diambil dan korban ditinggalkan di lokasi. Pelaku masih dikejar,” jelas Suryadi.

Hingga akhirnya polisi berhasil membekuk satu pelaku, Joni, yang ditangkap oleh Unit II Jatanras pada Selasa malam, (30/6/2020) saat ia sedang membongkar mobil hasil kejahatan tersebut di rumahnya, Kramasan, Kertapati, Palembang.

Dari keterangan yang diungkapkan oleh Joni kepada polisi, mobil tersebut sempat mogok dan tidak dapat dibawa ke rumah sehingga tidak ada yang mau membeli. “Kami salah, kunci mobil itu ada dipegang korban. Jadi mobil mati di jalan dan tidak bisa hidup, ya sudah tidak ada orang yang mau beli. Itulah kenapa mobilnya dipreteli,” kata Joni.

Joni yang ditemui di ruang pemeriksaan Subdit Jatanras mengaku dirinya diajak rekannya, Rustam yang kemudian juga berhasil ditangkap. (Red-TP)

 

Editor: Beby Putri Akbar

Artikel ini telah tayang di detiknews dengan judul Otak Pelaku Begal IRT di Sumsel Ditangkap, Ngaku Polisi-Bawa Borgol, https://news.detik.com/berita/d-5078347/otak-pelaku-begal-mobil-irt-di-sumsel-ditangkap-ngaku-polisi-bawa-borgol?tag_from=wp_nhl_24

Komentar

News Feed