oleh

Diduga Diculasi, Konsumen Bengkel Aji Jaya Motor Lampura Ungkapkan Kecewaan

  • AE: Saya Merasa Telah Ditipu

Laporan Wartawan Tribunpos, Davi Sandra, Lampung Utara, Lampung

TRIBUNPOS, LAMPUNG UTARA | Salah seorang konsumen servis sepeda motor, merasa kecewa dan tertipu, setelah melakukan servis kendaraan miliknya di bengkel Aji Jaya Motor yang terletak di Desa Purbasakti, Abung Surakarta, Selasa (02/03/2021).

Menurut pengakuan pria berinisial AE kepada Tribunpos.com menceritakan, pada bulan Februari anaknya mengantar sepeda motor merek Yamaha Fino ke bengkel Aji Jaya Motor untuk di servis.

Namun karena konsumen lagi ramai maka motor tersebut harus ditinggalkan dulu.

“Selang beberapa hari kemudian anak saya memberitahukan kepada saya, bahwa dia ditelpon orang bengkel, agar saya datang ke bengkel, dan saya pun datang ke bengkel,” terangnya.

Sesampainya disana, orang bengkel menjelaskan bahwa sepeda motor miliknya sudah diperbaiki, sparepart yang rusak juga sudah diganti, seperti banhel roler filter busi. Namun, kondisi sepeda motor belum sempurna betul, karena ada satu komponen yang harus diganti yaitu injektor.

“Ini sudah saya ganti beberapa komponen, tapi belum sehat benar, karena harus diganti injektor,” terang konsumen menirukan ucapan pemilik bengkel.

Kemudian AE bertanya, berapa harga injektor? pemilik bengkel menjawab belum mengetahui harganya. Dikatakannya akan mengabarkan jika sudah dapat harganya.

“Saya pun menjawab sebelum diganti, tolong informasi ke saya dulu, dan pemilik bengkel pun menjawab iya,” kata AE.

Lebih lanjut, anehnya selang beberapa hari kemudian pemilik bengkel menelepon, agar dia diminta mengambil motor yang telah selesai dikerjakan. Dengan biaya servis Rp. 680.000 yang harus dibayar.

“Setelah saya ambil motor, benar saja mas banyak komponen yang diganti, mencapai Rp 680 ribu dan yang anehnya kenapa di nota tertera jasa turun mesin Rp 150 ribu. Padahal motor tersebut tidak ada kendala di mesin. Dan penggantian injektor harganya tidak juga diinformasikan ke saya terlebih dahulu,” ungkapnya.

“Saya sangat kecewa dan merasa ditipu, karena banyak yang diganti tanpa sepengetahuan saya, seperti oli mesin dan oli kardan bensin. Dan saya menduga bengkel tersebut llegal dan tak berizin baik dalam pembangunan dan pengoperasiannnya,” tambahnya.

Atas kejadian ini, dia juga menduga, mungkin bukan dirinya saja pihak konsumen yang dirugikan, karena bengkel tersebut sudah lama beroperasi.

“Untuk itu saya berharap dan minta kepada penegak hukum yang membidangi untuk dapat segera bertindak menyelidiki legalitas perusahaan bengkel itu, sebelum makin banyak orang awam tidak mengerti yang juga bernasib sama seperti saya,” ucapnya.

AE juga menyoroti kwitansi nota yang diberikan, tidak terdaftar nama perusahaan, hanya bertuliskan tangan.

“Saya siap mau dibawa kemana saja, karena apa yang saya ucapkan dapat saya pertanggungjawabkan.” kata tegas.

Sementara sampai berita ini diterbitkan pihak bengkel Aji Jaya Motor belum bisa dimintai keterangan. Karena sudah dicoba dihubungi via WhatsApp dan sambungan ponselnya tapi tidak dijawab. (Bagian I)

Editor Berita: Sandi Pusaka Herman Timur

Komentar

News Feed