oleh

2 Terluka 1 Meninggal Dunia Dibacok Sekelompok Orang di Bojonegara – Banten

BANTEN-TRIBUNPOS.COM |  Khaerul Anwar salah seorang korban pembacokan, yang merupakan adik Kepala Desa Pengarengan, Saifulloh meninggal dunia. Korban menghembuskan nafas terakhir setelah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Cilegon,

Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Zamrul Aini membenarkan bahwa satu orang korban meninggal dunia. Diduga meninggalnya korban akibat mengalami luka parah akibat sabetan benda tajam.


“Benar satu korban MD (meninggal dunia),” terangnya.

Adik Kepala Desa (Kades) Pengarengan, Bojonegara Kabupaten Serang – Banten, bersama dengan kedua temanya menjadi korban pembacokan yang dilakukan oleh kurang lebih 5 orang pelaku. Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka berat pada bagian tubuh. Senin, (17/2/2020).

Kades Pengarengan Syaifulloh, menjelaskan saat kejadian korban tengah mengawal mobil pembawa material tambang batu, tepat didepan PT. SGM, Kampung Pangarango Dukuh, Desa Pengarengan, Kecamatan Bojonegara, Kab. Serang. Namun, nahas, korban langsung dicegat oleh 7 orang pelaku dan langsung melayangkan golok ke tubuh korban.

“Pelaku langsung melayangkan goloknya ke para korban, korban mengalami bacokan senjata tajam pada bagian tangan, bahu, kepala, dan bagian kaki,” jelas Syaifulloh saat ditemui di RSUD Kota Cilegon.

“Kejadiannya di Bravo 10, sepertinya sudah direncanakan, sudah bawa golok segala,” imbuhnya.

Syaifulloh juga mengatakan, tujuh pelaku tersebut melancarkan aksinya menggunakan sebuah mobil berwarna putih.

“Pelaku menggunakan mobil Terios putih kap depannya item,” terangnya.

Adanya laporan pembacokan tersebut, Polres Cilegon langsung bergerak, dan berhasil mengamankan tiga orang pelaku pembacokan. Sedangkan pelaku lainnya masih buron.

“Ada tiga orang sudah kita amankan dan diperiksa di Polres, inisialnya N, B, sama S, sedang di periksa di Polres Cilegon,” jelas Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Zamrul Aini, saat dihubungi melalui telpon seluler. Senin, (17/02/2020)

Motif pelaku pembacokan, jelas AKP Zamrul Aini, karena adanya persaingan bisnis.”Ya karena adanya persaingan kerjaan aja, perebutan kerjaan lah gitu,” terangnya.

Tiga pelaku tersebut ditangkap secara koperatif tidak ada perlawanan ataupun kabur saat dihubungi pihak Kepolisian.

“Di kontek (Hubungi,red) mereka dateng sih, ditelpon mereka datang, engga kabur jauh gitu, koperatif ko mereka,” ujarnya.

Pihak Kepolisian saat ini masih mendalami pelaku pembacokan tersebut. “Kalau dari keterangan tersangka sih mereka bertiga, cuman kata saksikan ada lagi, jadi masih kita telusuri,” ungkapnya. [RED]

Penulis: Badia Sinaga

Komentar

Headline