oleh

Jembatan Gantung di Desa Bandar Agung Ulu Manna Belum Selesai Sudah Ambruk

TRIBUNPOS BENGKULU SELATAN – Terkait keluhan masyarakat Desa Bandar Agung, Kecamatan Ulu Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, mengenai ambruknya jembatan gantung di desa mereka, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Kadis PMD) Bengkulu Selatan (BS) angkat bicara.

Melalui media Tribun Pos Bengkulu Selatan masyarakat desa Bandar Agung menyampaikan keluhan terkait putusnya jembatan gantung tersebut. Menanggapi hal ini Kadis PMD Bengkulu Selatan, Hamdan melontarkan kalimat yang tegas, “Pemerintah Desa Harus Bertanggung Jawab.”

Menurut Kadis jembatan gantung yang di bangun menggunakan Dana Desa tahun 2020 desa Bandar Agung, belum selesai di bangun, sudah ambruk, Pemdes harus bertanggung jawab dan tidak bisa dianggarkan lagi pada tahun berikutnya, karena kalau itu musibah harus jelas datanya penyebab apa.

“Harus ada berita acaranya, bencana apa yang menjadi penyebab ambruknya jembatan, jangan pihak Pemerinta desa menganggap ini serta merta musibah, sebab penggunaan uang negara harus jelas pertanggung jawabannya,” Jelas Hamdan.

Hamdan juga menjelaskan bahwa anggaran Dana Desa pada tahun 2021, penggunaannya masih fokus pada penangan Covid-19,

“Jangan ada alibi lain Pemerintah desa Bandar Agung terkait ambruknya jembatan gantung ini. Kami akan minta penegak hukum segera menyelidiki masalah ini,” tegas Hamdan.

Wartawan : Hamdani

Komentar

News Feed