oleh

Di duga Dana Penjualan Aset Desa Tak Jelas, Sekdes Berasan Makmur Tanjung Raya Berkilah Dengan Amnesia

TRIBUNPOS MESUJI, LAMPUNG || Tahun 2016 Menteri Dalam Negeri mengeluaran peraturan baru, Permendagri Nomor 1 tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa. Sepertinya, peraturan ini merupakan pengganti dari Permendagri Nomor 4 tahun 2007 perihal yang sama, Beberapa hal yang diatur di dalam Permendagri Nomor 1 tahun 2016 tidak banyak berbeda dengan ketentuan sebelumnya.

Di dalam Permendagri Nomor 1 tahun 2016 ini, yang dimaksud dengan Aset Desa adalah barang milik Desa yang berasal dari kekayaan asli milik Desa, dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB Desa) atau perolehan Hak lainnya yang sah. Pengelolaan Aset Desa merupakan rangkaian kegiatan mulai dari perencanaan, pengadaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan, pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan, pelaporan, penilaian, pembinaan, pengawasan dan pengendalian aset Desa.


” Dalam Hal ini terkait Polemik Tanah Aset Desa yang terjadi di Desa Berasan Makmur Tanjung Raya Kabupaten Mesuji kini kembali menuai ketidakpuasan  masyarakat terhadap  Kinerja Kepala Desa selama Menjabat ketidak transparansi hasil penjualan tanah Aset Desa Desa Berasan Makmur beberapa hari lalu.

Sekretaris Desa Berasan Makmur Meceritakan jadi begini ada berita Acara, itu sebelumnya yang sudah di sepakati oleh BPD dan Masyarakat terkait soal penjualan Lahan Aset Desa yang di duga seluas 10 ha, Nah kalau Masalah harga perhektar nya berapa kurang paham saya, karena Pembayaran langsung ke panitia,” kata Hermanto.

” saat di singgung tentang siapa ketua panita, justru Hermanto berkilah dengan Alasan lupa karena sudah lama, kan ada yang bayar ke pak sekdes, iya kemarin memang ada yang melakukan pembayaran melalui saya (Red), tapi ketika di singgung tentang jumlah Sekdes itu kembali berkilah lupa,” ujarnya.

” Selanjutnya untuk tranparansi dan hasil penjualan Aset Desa, ia kembali menjelaskan setahu saya, uang di pergunakan untuk biaya ongkos Proses hukum karena panitia setiap hari rabu dan kamis pasti ke pengadilan karena waktu itu tanah aset desa masih dalam sengketa,” kilahnya sambil menutup pembicaraan dengan awak media Tribunpos Lampung, di Balai Desa Berasan Makmur kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Mesuji, senin, (16/08/2021).

 

 

Wartawan : Zain Tribunpos Lampung
Editor : Indra patriansyah

Komentar

Headline