oleh

Ungkap Pemotongan BLT-DD , Sugeng Merasa Terancam

TRIBUNPOS DELISERDANG , SUMUT ꟷ Merasa tidak nyaman, seorang warga dusun 6 (enam) Kota Datar Kecamatan Hamparan Perak , Sugeng Raharjo (26) merasa terancam atas keterangannya kepada sejumlah media terkait pemotongan dan BLT-DD yang di potong oleh pihak Perangkat desa sebesar Rp 20.000 dari bagian yang di terimanya.

Sugeng Raharjo menjelaskan kepada awak media ini senin, 01/6/20,” Setelah saya menerima dana BLT, tahab 2(dua) yang saya ambil dari kantor desa sebesar Rp 600 ribu (enam ratus ribu) pada hari Rabu (20/5/20) untuk tahab 2 (dua), dana itu saya bagi duakan kepada bapak mertua saya, Saleh sebesar Rp 200 ribu (dua ratus ribu), saya sendiri Rp 400 ribu  (empat ratus). Namun anehnya uang Rp400 (empat ratus ribu) di minta lagi Rp 20.000 (dua puluh ribu) oleh perangkat desa (wakil Bpd Sharain) maka yang saya terima tinggal Rp 380.000,-(tiga ratus delapan puluh ribu) dengan alasan mau di bagi lagi dengan masyarakat yang belum dapat.

Masih kata Sugeng,” Bagian mertua saya juga  di potong Rp 20.000 (dua puluh ribu) dari Rp 200.000 (dua ratus ribu) yang di terimanya dari saya, jadi uang tersebut tersisa Rp 180.000 (seratus delapan puluh ribu). Dengan keterangan dan penjelasan ini saya sampaikan kepada awak media/wartawan, kok jadi heboh sampai-sampai ada tetangga ngomong kesaya, “mampus kau Geng Polisi , koramil sama kepala desa mau nangkap kau rumahmu, mau di datangi  kayak si Fitri itu kemaren”. Saya balik tanya sama tetangga saya itu, kata saya ” Loh kenapa, kok gitu ” ? kata dia,” iya karena akibat kamu cerita sama wartawan sampai masuk tv (Youtube), kata tetangga saya itu,” urai Sugeng pada awak media.

Mendengar ini Sugeng bingung dan bertanya – tanya dalam hati dengan perasaan kesal juga takut. Apa yang di sampaikan tetangganya itu, Sugeng berusaha mencari solusi dan pendapat baik dari pihak Keluarga bahkan ke salah satu temannya, Faisal, yang aktif di LSM Tipikor Indonesia.

Dengan apa yang di ungkapannya terkait pemotongan BLT DD kepada awak media kemarin itu Sugeng menegaskan, kata dia,” Iya memang betul apa adanya, itu kejujuran saya, harapan saya untuk kedepannya agar tidak terjadi seperti yang saya alami saat ini. Fakta yang saya ungkapkan malah saya   di salahkan, di mana salah saya, saya juga warga negara Indonesia yang berhak menyampaikan aspirasi,  informasi,” tegas Sugeng kepada Faisal dengan wajah yang sangat kecewa dan kesal.

 

Kaperwil Sumut : Sugianto

 

 

Komentar

News Feed