oleh

Kolam Eks Galian Tambang di AsahanTelan Korban , Seorang Pria Ditemukan Tewas

TRIBUNPOS ASAHAN , SUMUT ꟷ Masyarakat Dusun II Desa Padang Pulau, Kecamatan Bandar Pulau, Asahan, digegerkan dengan temuan mayat seorang pria yang terapung didalam kolam bekas tambang galian tanah putih, Rabu (03/06/2020) sekira jam 11.15 Wib.

Diperoleh informasi, korban diketahui bernama Rusman (50), warga Dusun II Desa Padang Pulau, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan.

Kapolsek Bandar Pulau AKP.Anggun Andhika Putra S.I.K, ketika dikonfirmasi oleh media ini membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan pihaknya telah mengevakuasi jenazah korban kerumah duka.

“Iya benar, kita berhasil menemukan korban dari laporan warga yang mengatakan telah melihat sosok mayat pria yang terapung dikolam bekas tambang galian tanah putih yang langsung kita evakuasi kerumah duka sebelum kemudian kita bawa kepuskesmas untuk keperluan visum luar,” tutur Anggun ketika dikonfirmasi media ini via selulernya.

Ditambahkan oleh kapolsek, sehari sebelumnya Rusman yang sehari-hari bekerja sebagai pencari brondolan buah kelapa sawit itu diketahui keluar rumah untuk mencari brondolan buah kelapa sawit pada Selasa 02/06/2020 sekira pukul 13.00 WIB.

Kemudian dihari yang sama pada pukul 15.00 Wib Rusman pulang kerumahnya untuk menghantarkan hasil pencariannya lalu pergi lagi melanjutkan lencarian brondolan buah sawit namun hingga pukul 19.00 WIB ia tak kunjung pulang.

“Ibu korban yang mengetahui anaknya tak kunjung pulang berinisiatif memberitahukan hal tersebut kepada warga yang kemudian dengan dibantu warga bersama-sama melakukan pencarian terhadap korban namun hingga jam 01.00 WIB dini hari korban belum ditemukan dan wargapun menghentikan pencarian,” tambah kapolsek membeberkan kronologi kejadian.

Masih kata Kapolsek, Rusman berhasil ditemukan keesokan harinya pada Rabu 03/06/2020 sekira jam 11.15 WIB, dan saat ditemukan kondisi Rusman dalam keadaan mengapung dikolam bekas tambang yang memiliki kedalaman sekitar 5 meter dengan keadaan sudah tak bernyawa.

“Pihak keluarga juga telah membuat surat pernyataan menolak untuk dilakukan otopsi karena saat dilakukan visum luar oleh pihak puskesmas tidak ditemukan adanya bekas tanda-tanda penganiayaan maupun kekerasan fisik ditubuh korban, dan pihak keluarga menerima musibah tersebut murni karena kecelakaan yang disebabkan permukaan kolam yang licin hingga korban terjatuh kedalam kolam dan meninggal dunia,” pungkas pria lulusan Akpol 2006 tersebut.

Sementara itu salah seorang pegiat sosial, Bakti Marpaung sangat menyayangkan kejadian tersebut yang menurutnya kejadian tersebut merupakan human eror dari pengelola tambang yang membiarkan lobang bekas galian tambang tersebut dibiarkan menganga.

“Kita menyayangkan sikap pengelola tambang yang tak kunjung melakukan reklamasi dilokasi eks tambang tersebut sebagaimana yang diatur dalam undang-undang,” sebut Bakti.

Menurut bakti keberadaan lobang bekas galian tambang tersebut kerap menuai protes dari warga namun tetap tak diindahkan oleh pengelola tambang.

Atas kejadian tersebut Bakti marpaung menyayangkan sikap pemerintah Kabupaten Asahan yang dinilai telah lalai dalam pengawasannya dan berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran semua pihak.

“Seharusnya pemerintah Kabupaten Asahan aktif melakukan pengawasan untuk menghindari dampak negatif dari aktifitas tambang galian tanah putih tersebut, baik dampak negatif kerusakan lingkungan dan yang terburuk timbulnya korban manusia,” pungkas Bakti.

 

Sugianto

Komentar

News Feed