oleh

Alparizi Tergeletak Bersimbah Darah

TRIBUNPOS DELISERDANG , SUMUT ꟷ Tabrakan yang terjadi di Jln Rumbia simpang Jln. Kenanga dusun III Desa Baru Kecamatan Batang Kuis, Kamis, 21/5/2020 pukul 19.20 Wib, diduga pengendara mobil kijang No. BK 1134 HD dari arah yang bersamaan menuju Desa Baru.

Menurut keterangan sejumlah warga, saat di persimpangan Jln. Kenanga, mobil memasang lampu sen belok kanan, tiba-tiba pengendara motor Yamaha vega yang berboncengan diduga tidak bisa mengendalikan motornya dan langsung menabrak mobil Kijang kapsul yang sedang belok kanan sehingga badan mobil samping kanan sopir penyot dan motor Yamaha vega ringsek nyaris tidak berbentuk.

Warga sekitar kejadian yang melihat tabrakan histeris menjerit dan mendatangi lokasi kejadian,”arus Jln Rumbia sontak macet dengan kejadian tersebut. Korban yang diduga bernama Alparizi (14) tahun dan teman satunya Kolil (14) tahun merupakan warga Desa Sei Mati yang masih duduk di bangku SMA kelas X.

Alparizi pingsan tak sadarkan diri, tergeletak dengan bersimbah darah tanpa di tolong, sang sopir membiarkan korban begitu saja. Selang beberapa menit kemudian salah satu warga mendekati korban, setelah melihat korban berlumuran daran, wanita yang diduga bibi dari korban menjerit dan meminta tolong.

Warga langsung membopong korban ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama, namun pihak klinik tidak sanggup untuk merawat, hanya memberikan pertolongan pertama saja. Selanjutnya pihak klinik menyarankan keluarga untuk membawa korban ke RS umum Kota Pakam.

Keluarga korban Saat di konfirmasi awak media mengatakan tidak mengetahui jelas kejadian ini. “Saya kecewa sekali melihat si pemilik mobil itu tidak peduli dengan anak saya yang bersimbah darah, tergeletak di aspal jalan pas di samping mobilnya. Bahkan ketika kami bawa ke klinik ini pun dia tidak datang. Suami saya mencoba untuk mencari jalan terbaik secara keluarga, malah dia menuntut balik tentang kerusakan mobilnya akibat di tabrak. Kata dia, anakmu yang salah, dia yang nabrak mobilku, cetus wanita pemilik mobil dengan nada sombong,” terang ibu korban.

Mendengar jawaban si pemilik mobil yang tidak bisa di ajak musyawarah secara keluarga, pihak korban mendatangi rumah kepala desa yang tidak jauh dari tempat kejadian untuk mohon bantuan, ternyata tidak juga mendapat jalan keluar secara kekeluargaan. Akhirnya pihak keluarga meminta bantuan pada pihak kepolisian Polsek Batang Kuis.

Kapolsek Batang Kuis, AKP Simon Pasaribu setelah mendapat telpon dari warga tentang kejadian tersebut, langsung memerintahkan anggota unit lantas untuk mengecek laporan warga.

Ternyata benar adanya kejadian sesuai laporan warga. Barang bukti satu unit mobil Kijang kapsul dan satu unit motor Yamaha Vega di bawa ke kantor Polsek berikut pengemudi mobil untuk di lakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kontributor : S. Marpaung

Komentar

News Feed