oleh

Warga di Lingkungan IX Mendesak Lurah Untuk Memecat Karan

TRIBUNPOS MEDAN ꟷ Warga di lingkungan IX Kampung Kolam, Kelurahan Belawan Bahagia, merasa dianaktirikan diantara warga lainnya di lingkup Kelurahan Belawan Bahagia. Senin, 08/06/20.


Hal tersebut sangat mendasar, pasalnya menurut keterangan sejumlah warga mereka tidak pernah menerima berbagai bantuan sosial baik di situasi pandemi Covid-19 yaitu BLT-DD dan BST maupun program lainnya.

“Tak satupun bantuan dari Pemerintah pusat bahkan dari Provinsi yang kami dapat, sementara KK dan KTP sudah kami serahkan sebagaimana peraturan agar terdaftar sebagai penerima manfaat,” ungkap warga yang tidak mau menyebutkan namanya.

Lebih jelas diuraikannya bahwa Kepala lingkungan hanya mementingkan diri sendiri, keluarga dan kerabat dekatnya. “ Kami menilai Kepala lingkungan IX tidak berlaku adil kepada warganya, dia lebih mendahulukan keluarga dan kerabatnya. Untuk itu kami meminta kepada Bapak Lurah untuk memecat tidak hormat Kepala lingkungan tersebut”, ucap warga meminta.

Selain mementingkan keluarga dan kerabat, Kepala lingkungan dalam kesehariannya berlaku congkak dan kasar dalam ucapan.

Latifah Anum warga Gg. Bahagia,  Lili (42), Asmandar (56),Umar(70)  meminta kepada pak Lurah, Ali Mukti Nasution, agar segera mencopot jabatan Kepling yang melekat pada Ruslan karena di anggap sangat tidak layak.

Sebagai Kepala lingkungan, dia (Karan) semestinya kreatif dan memikirkan warganya baik dalam fasilitas umum maupun program kesejahteraan warga.

Masih keterangan warga, Latifah Anum menjelaskan masalah kartu BLSM bermasalah di tahun 2010, terbukti bahwa Kepling (kepala lingkungan) menggelapkan dana BLSM disaat itu juga warga ribut, baru di bagikan kepada warga khususnya kami di Lingkungan IX,” ungkap Latifah.

Hingga berita ini dpublikasikan pak Lurah tidak dapat dihubungi melalui sambungan seluler telpon genggamnya. (Ibnu/Faisal)

Komentar

News Feed