oleh

Kadus Potong Bansos Untuk Warganya

TRIBUNPOS DELISERDANG , SUMUT ꟷ Bantuan bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah kabupaten Deliserdang diduga di potong kepala dusun (kadus). Siti (60) warga kota datar Dusun 1, kecamatan Hamparan Perak, kabupaten Deliserdang, yang menerima bantuan bansos dari pemkap 20 Kg Beras 60 butir telur.  di potong juga.


Namanya Bansos, bantuan sosial yang sengaja di programkan pemerintah dan diperuntukkan menolong warga yang kurang mampu khususnya warga yang terdampak pandemi Covid-19 di saat ini, namun sangat disayangkan masih ada oknum yang memanfaatkan aliran program bansos tersebut.

Jabatan Kadus (kepala dusun) bukanlah tugas untuk memperdaya warganya, semestinya dengan jabatan yang diembannya Kadus seyogyanya mengayomi warga terlebih warga yang masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Berdasarkan informasi warga yang tidak mau menyebutkan namanya, bahwa Kepala  dusun (kadus), Haidir, memotong bantuan yang di terima warga,  diminta Dua butir telur dari 60 (enam puluh) butir yang diterima setiap penerima manfaat bansos.

Menurut penuturan Bu Siti, baru kali pertama ini dia menerima bantuan dari pemerintah, sebelumnya berbagai program dari pemerintah tidak pernah ia rasakan. “ Saya baru kali ini menerima bantuan dari pemerintah, dan bantuan itu dipotong atau di kurangi oleh pak Kadus. Untuk telur diambil 2 butir dan beras juga diambil 2 Kg,” ungkap bu Siti.

Selain bu Siti, sejumlah warga antara lain, pak Udut (35), Ilham (34), Boby (32) dan lainnya di ambil juga bahkan di pungut biaya. Wajar bila di tengah masyarakat banyak suara sumbang mempertanyakan keadilan dan hati nurani para pemimpin negeri.

Seorang kadus semestinya berpikir sehat dan berlaku bijak, bukan malah membodohi  warganya di saat kesusahan.  Kalaupun pemotongan ini dilakukan dengan alasan untuk memberikan kepada warga yang lain, itu sangat tidak masuk akal, karena pemerintah telah meluncurkan program Bantuan Sosial Tunai (BST) sebagai solusi bagi warga yang tidak terdaftar di data penerima manfaat  BLT-DD.

“Kami sangat kecewa dengan kejadian ini. Padahal ibu Siti hanya seorang janda tua yang hidup dalam kemiskinan. Rumahnya saja pun tepas dan berlantai an tanah. Kok tega ya, bantuan untuk ibu Siti di ambil yang sudah jelas haknya”. tandas warga yang tak mau disebut namanya.

Dikonfirmasi awak media, kadus tidak bisa di jumpai sebab sibuk .Semoga ini dapat di tindaklanjuti agar para pejabat desa seperti Kadus menyadari kekeliruannya dan menyelami kesusahan warganya. (Ibnu /faisal)

Komentar

Headline