oleh

Diduga Tembok Berdiri di Bibir Sungai Desa Bandar Labuhan Tanpa IMB dan Melanggar Jalur Hijau

TRIBUNPOS DELISERDANG , SUMUT – Tembok beton berdiameter tinggi 3 Meter dan panjang sekitar 100 meter di desa Bandar Labuhan dusun lll, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang ini, di duga tanpa memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan tembok juga di bangun terlalu dekat dengan bibir sungai/irigasi.

Menururut keterangan salah satu warga inisial AM (36),” bangunan/tembok itu seharusnya tidak boleh di bangun terlalu dekat dengan bibir Sungai, karena berbahaya, bila roboh bisa menimpa orang yang sedang menjala ikan atau sedang mandi, dan tinggi temboknya pun terlalu tinggi, bagaimana dengan daya tahannya, apa sudah terjamin”.


Lanjut AM , mungkin juga IMB-nya pun tidak ada, maka membangunnya seperti tidak ada aturan, jika pakai aturan mana mungkin mereka membangun temboknya terlalu dekat dengan bibir sungai dan setinggi itu, kalau roboh nimpain orang bisa mati,” kata dia pada awak media ini.

Salah satu Kaur di Desa Bandar Labuhan, Samsul Anwar mengatakan jarak Tembok dengan bibir Sungai harus Sekitar 3 meter, tergantung medan/tempat lokasi juga, jika di daerah pemukiman seperti itu harus 3 meter, dan di daerah situ tanahnya rawan longsor.

Edian Syahputra Selaku Kepala Dusun lll, Desa Bandar Labuhan saat di temui awak media Kamis sore mengatakan benar, Tembok itu ada berdiri di dusun lll desa Bandar Labuhan, tepatnya di pinggiran bibir sungai/irigasi, dan jalur sungai itu dulunya di beli oleh pihak PU seukuran 7 meter lebarnya,

Kemudian awak media mendatangi rumah kepala desa Bandar Labuhan, Kecamatan Tanjung Morawa, Kab Deli Serdang di jalan cendana dusun ll dengan niat konfirmasi prihal pembangunan tembok tersebut, namun Kades Azeman tidak berada di rumah. Dikonfirmasi kembali sekitar pukul 20:05Wib, melalui telpon/whatsapp, namun nomor yang di hubungi mailbox atau Kades memblokir nomor awak media.

Wartawan : Azhari Rangkuti

Editor        : Beby Akbar

Komentar

News Feed