oleh

Terkait Bansos ,” Saya Warga Pribumi Asli Merasa Dianaktirikan!!!”

TRIBUNPOS LAHAT , SUMSEL ꟷ  Warga di Desa SP 1 Palembaja, Kecamatan Kikim timur merasa mendapatkan perlakuan ketidakadilan terkait pembagian bansos khusunya program BLT-DD dan BST.


Foto : Warga Desa SP 1 Palembaja, Kecamatan Kikim timur, Kabupaten Lahat

Salah satu rumah tangga yang berada di Desa SP 1 tepatnya di blok Suka Cinta RT 009 mengutarakan rasa kecewa dan kesalnya terhadap berbagai program bansos yang dilincurkan oleh pemerintah pusat namun keluarga mereka tidak terdata di daftar penerima manfaat BLT-DD dan BST yang merupakan bentuk empati pemerintah kepada warga yang terdampak pandemi Covid-19.

Menurut keterangan AZ,  warga Desa SP 1 Palembaja, Kecamatan Kikim timur kepada media ini, Sabtu (14/06/20) mengutarakan,” sebelum realisasi pembagian BLT-DD dan BST, tak satupun tim relawan desa yang datang kerumah  untuk mendata kami.  Kami merasa dianaktirikan, padahal kami asli pribumi sini,” ungkap AZ dengan mimik wajah kecewa.

Sehubungan dengan keterangan AZ,  media ini menemui  Kepala desa SP 1 Palembaja, Kecamatan kikim timur di kediamannya untuk mengkonfirmasi kebenaran apa yang disampaikan AZ,  namun  sangat disayangkan Kades tidak sedang berada dirumah.

Sekira pukul 19.00 Wib awak media kembali mengkonfirmasi Kades melalui sambungan seluler, kepada awak media Kades menyampaikan bahwa dirinya tidak mengetahui kalau masih ada warganya yang belum terdata sebagai keluarga penerima manfaat bansos.

Foto : Warga Desa SP 1 Palembaja, Kecamatan Kikim timur, Kabupaten Lahat

“Pendataan warga yang kurang mampu yang terdampak Covid-19 saya serahkan sepenuhnya kepada tim relawan Covid-19 bersama BPD, Kadus dan RT. Jadi terkait masih ada warga di desa ini yang tidak terdata, saya tidak tahu,” ucapnya melalui sambungan seluler.

Salah satu warga SP 1 Palembaja yang  tidak mau menyebutkan  namanya meminta kepada pemerintah pusat dan daerah khususnya Kabupaten Lahat segara melakukan penyisiran untuk membuktikan pendataan penerimah bansos yang  diduga masih tidak tepat sasaran. (Red TP)

Kontributor : Nata

Editor : Indra Darmawan

 

 

 

Komentar

Headline