oleh

Tanah Sudah Dibeli Namun Tak Berstatus

TRIBUNPOS MUSIRAWAS , SUMSEL –  Sengketa tanah terjadi di masyarakat Desa Batu Gane, Kecamatan Selangit Kabupaten, Musi Rawas, Provinsi Sumatera selatan, kini menjadi beban sang pembeli karena tak kunjung selesai.

Tanah tersebut di beli oleh salah satu keluarga pemilik tanah tersebut beberapa bulan yang lalu. Namun sekarang menimbulkan konflik karena tanah tersebut tidak bersertifikat asli pemilik hingga saat ini. Dan tanah tersebut sekarang di jadikan sebuah lapangan tempat masyarakat untuk main bola kaki karena sudah di gusur oleh Kades yang lama.


Seperti yang di sampaikan oleh kepala desa Batu Gene, Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan, Budi Utomo saat di bincangi Selasa (01/09/20) “Bahwa memang benar ada tanah di desa kami dan tanah itu sampai sekarang belum ada yang memberikan secara resmi pada pemilik meskipun hanya sebuah goresan tinta.

“Sampai sekarang belum ada yang menunjukkan satu surat apapun yang berkaitan dengan tanah tersebut, bahkan belum lama ini tanah tersebut sudah dijual olah salah satu keluarga besar itu kepada keluarganya sendiri dan penggususuran tanah tersebut pada zaman kades yang lama,” kata Kades.

Lanjutnya ” sementara kalau saya kepala desa ini menurut saja tidak akan pernah menolak jika ada diantara keluarga pemilik tanah atau penjual tanah tersebut untuk mengurus secara pemerintahan kami siap. Tapi mereka harus memiliki landasan atau tanda – tanda bahwa itu memang tanah milik mereka,” urai Kades.

Sempat di cetuskannya ” Sebelum saya lahir, tanah tersebut sudah ada, jadi saya banyaklah tidak tau tentang asal usul tanah tersebut hingga saat ini,” tutur Kades.

Terpisah, sementara menurut Sai Salah satu warga batu gene menjelasakan bahwa tana tersebut adalah milik dari ALM Abdulah, Nenek dari saudara yang membeli tanah tersebut.

” Tanah tersebut memang milik dari neneknya Hilal yang membeli tanah tersebut dan tanah tersebut ada sebagian yang di hibahkan untuk pemakaman (Wakap) untuk pemakaman umum di desa ini,” kata dia.

Untuk di ketahui, tanah tersebut di jual oleh salah satu keluarga yang bersangkutan dan di beli oleh saudara salah satu keluarga Blbesar di dalam keluarga tersebut itu. Kemudian tanah tersebut di beli Sebesar Rp10.000.000,- beberapa bulan yang lalu oleh salah satu keluarga itu sendiri, hingga saat ini belum memiliki indentitas yang jelas dan tanah tersebut kini masih belum berstatus yang jelas karena belum ada yang dapat menunjukkan bukti-bukti pemilik tanah mestipun hanya sebuah goresan untuk tanda jadi pembeli hingga saat ini.

Wartawan : Andika Saputra

Editor         : Indra Darmawan

Komentar

Headline