oleh

Sebelumnya MCK Disorot, Kini Giliran Jalan Setapak Desa Pancur Mas yang Mangkrak Jadi Perhatian

Laporan: Kurniawan, Wartawan Tribunpos Empat Lawang, Sumsel

TRIBUNPOS, EMPAT LAWANG I Desa Pancur Mas, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan kembali menjadi perhatian banyak pihak. Selain pembangunan MCK yang dinilai kemahalan dan tak wajar, proyek pembangunan jalan setapak senilai Rp300 juta lebih dari anggaran Dana Desa tahun 2020 lalu, juga sampai sekarang (tahun 2021) belum juga selesai dikerjakan.


Kondisi itu membuat Camat Tebing Tinggi, Muhibudin angkat bicara. Ia menyatakan kedepan tidak akan menandatangani pengajuan pencairan, jika desanya belum diverifikasi.

Pernyataan tersebut dinilai beralasan. Pasalnya untuk pencairan DD harus desa yang sudah diverifikasi. Sedangkan Desa Pancur Mas belum terverifikasi.

Dikatakan Camat, Desa Pancur Mas harusnya belum bisa pencairan dana desa, karena ada proyek fisik desa yang belum selesai dikerjakan.

“Walaupun nanti dibuat berita acara bahwa kepala desa bersedia menyelesaikan, tapi saya tetap tidak mau memberikan tandatangan sebelum proyek tersebut bener-bener selesai dikerjakan dan sudah diverifikasi,” ucapnya.

Camat mengungkapkan keanehan Desa Pancur Mas bisa cair dana desanya padahal belum diverifikasi, karena dirinya belum menandatangani.

“Silahkan media mempublikasikan, Desa Pancur Mas bisa cair dana desanya, padahal kerjaan tahun lalu belum selesai alias belum diverifikasi,” ujarnya.

“Kalau saya tidak tandatangan lalu stempel atau cap dari mana, ada dugaan dipalsukan. Bukan menuduh tapi ini kemungkinan-kemungkinan bisa saja terjadi. Di Kecamatan Pendopo saja sebelum saya pindah kesini ada 3 desa yang belum saya tandatangani,” tambahnya.

Pantauan Tribunpos pada proyek jalan setapak yang mangkrak tersebut, tampak ketebalan jalan saat diukur, hanya setebal 2 ruas jari telunjuk atau sekitar <>5 CM.

Kepala Desa Pancur Mas, Suhendri saat dihubungi lewat pesan whatsapp mengenai MCK dan pembuatan jalan setapak, untuk perimbangan berita, namun sejak (29/3/21) sampai hari ini Sabtu (17/4/21), belum juga mendapat balasan. Padahal pesan yang dikirim dari awak media sudah dibaca dengan tanda ceklis biru.

Semoga pihak terkait baik dari pemerintah Kabupaten Empat Lawang, Inpekstorat maupun penegak hukum bisa mengecek dan menindaklanjuti. (Tribunpos)

Editor Berita: Sandi Pusaka Herman Timur I RED

Komentar

News Feed