oleh

Lury Elza Alex : Pemerintah Daerah Harus Berani Membuat Kebijakan Yang Solutif dan Efektif Bukan Sekedar Populis

TRIBUNPOS  PALEMBANG – Baru-baru ini, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel kembali merilis angka kemiskinan di Provinsi ini. Hasilnya, jumlah penduduk miskin Sumsel mencapai 1.081,58 ribu orang atau 12,66 persen dari total penduduk.

Dibandingkan dengan kondisi September 2019 jumlah penduduk miskin bertambah sebanyak 14,42 ribu orang dari 1.067,16 ribu orang atau naik 0,10 persen poin dari 12,56 persen.


Menyoroti hal tersebut, disela-sela kegiatan sosial rutin yayasannya berupa berbagi makan siang gratis untuk rakyat miskin kota, Direktur Eksekutif LEA FOUNDATION, Lury Elza Alex Noerdin menyebut harus ada upaya diskresi jika ingin angka kemiskinan dapat dikurangi secepatnya.

“Angka kemiskinan saat ini semakin meningkat, Pemerintah Daerah harus berani membuat kebijakan yang solutif dan efektif bukan sekedar populis. Bila perlu kurangi belanja rutin daerah yang tidak perlu dan alihkan kedalam bentuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan” ujar Lury.

Dirinya menyebut, bahwa kebijakan yang dibuat dalam proses pengentasan kemiskinan ini harus dimonitor dengan baik.

“Dinas atau instansi terkait harus rutin turun kebawah untuk terus melakuakan pengawasan dan evaluasi untuk melakukan kebijakan kebijakan yang dapat meringankan beban rakyat, beban rakyat sudah susah ditambah birokrasi yang serba sulit. Sekarang urusan KTP aja masih banyak yang berbelit-belit. jangan lagi ada berita rakyat kecil urus KTP aja sampai berbulan bulan” tambah Ketua KPPG Sumsel tersebut.

Ditanya mengenai program pemerintah saat ini, dirinya mengingatkan kembali bahwa Pemkot/Pemkab dan Pemprov harus bersinergi serta membuat rumusan yang relevan dalam pengentasan kemiskinan.

“Nah seharusnya Pemkot/Pemkab dan Pemprov lah yang punya kewenangan dan tanggung jawab, sehingga harus lebih kompeten mengatasi masalah kemiskinan. Rumusan solusinya juga harus relevan dengan tantangan perkembangan zaman yang ada. Misalnya saat ini era Revolusi Industri 4.0, ini peluang untuk mengembangkan usaha kerakyatan berbasis digital” tegas Lury.

Lury sendiri melalui yayasannya terus aktif melakukan kegiatan rutin pembagian makan siang gratia untuk masyarakat serta berbagai kegiatan sosial lainnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat miskin kota.

“Alhamdulillah, LEA Foundation bisa terus melaksanakan kegiatan jum’at barokah ini. Saya tahu kok kegiatan ini sebenarnya tidak bisa menghilangkan angka kemiskinan yang saat ini semakin meningkat, tapi setidaknya kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat miskin khususnya pada kebutuhan pangan” pungkas Lury.

Kemiskinan di Provinsi Sumatera Selatan memang masih menjadi masalah serius, dimana angka kemiskinan Sumsel terbilang tinggi melebihi garis kemiskinan nasional sekitar 9,41% sementara Sumsel berada diangka 12,66%.

Wartawan : Syaiful Jabrig

Editor.        : Indra Darmawan

Komentar

Headline