oleh

Keterangan Polres Banyuasin dan Pihak Keluarga Berbeda 

TRIBUNPOS BANYUASIN , SUMSEL – Dari berita sebelumnya tanggal 9 Agustus 2020 yang berjudul 1 dari 3 tersangka kasus Narkoba di Polres Banyuasin bebas berkeliaran keluarga minta keadilan, Kanit Reserse Narkoba Polres Banyuasin menyangkal atas pemberitaan itu.

Ketika di konfirmasi di ruang kerjanya Senin (10/08/20) kepada Kanit 2 Rerserse IPDA Kemas Junaidi membenarkan pada tanggal 3 Juli 2020 bulan lalu dia bersama tim menangkap 2 tersangka BBG dan RD di depan kantor Lurah Suak Tapeh dengan menjebak pengedaran untuk membeli narkoba jenis shabu paket 1j. Dan pada saat itu langsung kita ringkus BBG dan RD di tempat, kata Junaidi pada wartawan.

“BBG sempat memberikan perlawan kepada kami, dan pada saat BBG dan RD di tangkap, BBG di mintai keterangan dapat dari mana barang sabu tersebut, BBG menjawab dapat dari AD bandarnya dan Tim langsung meluncur ketempat kediaman AD,” jelasnya menambahkan.

Berselang waktu saat di tangkap BBG dan RD, tim menuju rumah AD sebagaimana keterangan BBG. Pada saat itu ada AD dan istrinya. Saat kita mau tangkap sempat cekcok, keluarga AD ramai dan di halangi oleh kakak AD yang melakukan perlawanan terhadap pihak kepolisian, terang IPDA Kemas Junaidi.

Menurut IPDA Kemas Junaidi, pada saat terjadi cekcok, AD kabur entah kemana. Hinga saat ini AD kami tetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). “Menyangkut M Yusuf meminta keterangan hasil dari BAP tersangka, pihak kami belum mengerulkan BAP kepada M Yusuf selaku kuasa hukum tersangka sebagaimana di tuturkan pengecara tadi, karena pihak kuasa hukum dari kepolisan belum memberikan izin,” kata dia menjelaskan.

“Ada yang lebih menarik, ada upaya pihak tersangka ingin memberi imbalan agar tersangka dapat di keluarkan/bebas, Dua kali pihak keluarga mendatangi kami namun kami menolak bahwa perbuatan tersebut melanggar hukum,” pungkas Ipda Kemas Junaidi.

Hingga saat ini pantauan wartawan TRIBUNPOS.COM kedua tersangka masih mendekam di sel Polres Banyuasin dan melanggar UUD Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkoba Ancaman Maksimal atau Hukuman Mati.

Menyikapi keterangan IPDA Kemas Junaidi, pihak kuasa hukum BBG menyampaikan bahwa yang jelas kami sudah menghadirkan 3 orang saksi dan telah memberikan keterangan sebagaimana yang mereka ketahui.

Simon, paman dari tersangka BBG juga membantah keterangan IPDA Kemas Junaidi terkait pernyataannya bahwa pihak keluarga BBG melakukan upaya pembebasan BBG dengan memberikan imbalan. ” Setahu saya kami pihak keluarga tidak pernah mendatangi pihak kepolisian dengan membawa uang untuk membebaskan BBG,” tegasnya.

Wartawan : Nandoe/Fadjri
Editor         : Indra Darmawan

Komentar

News Feed