oleh

Kadishub Kota Prabumulih Stop Truk Pengangkut Limbah Batubara

TRIBUNPOS PRABUMULIH , SUMSEL – Akhir-akhir ini warga Prabumulih disuguhkan pemandangan baru, dimana jalan-jalan dalam kota Prabumulih sering terlihat Mobil Truk bertonase besar, bertuliskan PT. Semangat Baru Sejati (SBS). Senin (26/10/20).

Truk tersebut merupakan armada angkutan milik PT. SBS yang mengangkut limbah hasil pembakaran batubara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik Investor Tiongkok PT. GHE MM yang nantinya diangkut ke PT. Semen Baturaja sebagai bahan campuran produksi semen.


Banyak dampak yang akan ditimbulkan jika Truk-truk tersebut masih saja melintas di Jalan dalam Kota padat penduduk, jalan rusak, rawan kecelakaan karena truk ukuran besar mempersempit jalan dan tidak sebanding dengan kapasitas jalan, belum lagi muatan yang diangkut armada milik PT.SBS tersebut yang tergolong limbah berbahaya B3 tentu membahayakan kesehatan masyarakat yang dilaluinya. Bahkan walaupun telah ada Peraturan Walikota (Perwako) No. 61 Tahun 2009 tentang larang angkutan bertonase besar melintas Jalan Dalam Kota.

Namun hal tersebut terkesan diabaikan oleh Truk-truk milik PT.SBS tersebut, terbukti malam ini, Senin (26/10/2020) sekira Pukul. 18:00 WIB Kepala Dinas Perhubungan Kota Prabumulih Martodi HS, SH, MM menyetop Truk-truk tersebut yang tengah dengan santai konvoi di Jalan Dalam Kota tepatnya di Jalan Basuki Rahmat Kelurahan Tanjung Raman.

Dari 3 truk yang sedang konvoi hanya 1 truk yang berhasil distop, dengan Plat Nomor Polisi BG 8874 IB yang dikemudikan oleh Ganda Saputra (30) asal Ogan Komering Ulu.

Menurut keterangannya, ia hanya menjadi Sopir Pengganti (Serap) dan baru pertama kali membawa Truk ini, ia hanya mengikuti 2 truk didepan yang dikemudikan temanya, namun sayangnya kedua truk tersebut berhasil kabur. Lantaran saat mau diberentikan truk tersebut malah tancap gas.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Prabumulih Martodi HS, SH, MM saat berbincang dengan sopir Truk milik PT.SBS yang di stop tersebut kesal dengan ulah Sopir yang terus-terusan melanggar aturan padahal pihaknya telah bekerja siang-malam menjaga Kota Prabumulih dan mereka seperti merasa bebas tanpa aturan di Kota Prabumulih.

“Kami siang malam dek, jago Prabumulih ni, kadang nak ditombor oleh rombongan kamu ni, kadang nak di apoke, kami dak katek lagi Hargo diri kami ni, cak kacung kamu kami ni, ” ujar mantan Kepala Badan KesbangPol ini dengan nada Kesal.

Sempat terjadi ketegangan antara Sang Sopir beserta Kenek dengan Kadishub dan beberapa warga yang membelah Kadishub yang saat kejadian berada di TKP, lantaran Sang Sopir tidak mau ditilang malah sibuk menelpon dan merekam.

Selanjutnya Martodi memerintahkan personelnya untuk datang ke TKP dan menegakan aturan yang berlaku.

Sementara itu kendaraan yang berhasil distop tersebut telah ditilang sebagai bentuk penegakan aturan yang berlaku yaitu melanggar Perwako No. 61 Tahun 2019 tentang ketentuan larangan kendaraan berat melintas Jalan Kota.

Belajar dari pengalaman lama armada angkutan perusahaan biasanya ada pengawalan oleh oknum tertentu agar bisa mulus dijalanan. Patut diduga pula ada oknum juga yang memuluskan jalannya armada angkutan PT. SBS ini, sehingga dengan aman melintas dijalan melanggar aturan.

Wartawan : Aries Prandiko

Editor         : Liz Chaniago

Komentar

Headline