oleh

Forum Mahasiswa , Buruh Tani dan Masyarakat OKI Menggugat

TRIBUNPOS OKI , SUMSEL – Negara Indonesia adalah negara hukum yang berarti dalam setiap implementasi pemerintahannya harus sesuai dengan amanat UndangUndang 1945 dan dasar negara kita yaitu pancasila yang selalu menjunjung tinggi keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, sudah semestinya Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menjalankan tugasnya secara berdaulat, adil dan makmur.

Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) merupakan kabupaten dengan wilayah terbesar di Provinsi Sumatera Selatan yang memiliki luas wilayah mencapai 19.023,47 km² dan penduduk sekitar 787.513 jiwa. Dibalik merupakan kabupaten dengan luas wilayah terbesar, kabupaten OKI termasuk 4 besar kabupaten termiskin di Sumatera Selatan setelah Muratara, Lahat dan Muba. Ditambah dengan adanya Pandemi Covid-19 yang melanda secara global juga Indonesia termasuk kabupaten OKI diyakini semakin menyulitkan semua lapisan masyarakat mulai dari buruh, petani, pedagang, tukang ojek dan profesi lainnya.


Kepemimpinan Bapak H. Iskandar, SE telah masuk pada periode ke-2 dan memiliki moto membangun OKI dari desa dengan visi OKI mandiri dan sejahtera (Mandira). Namun kami menilai kinerja pemangku jabatan ini masih belum optimal di mana masih banyak sub sektor yang masih belum sejalan dengan apa yang diharapkan masyakarakat mulai dari infrastruktur seperti jalan di desa-desa masih sangat memprihatinkan, buruh dan tani belum mendapatkan kesejahteraan hingga bantuan pendidikan khususnya mahasiswa belum transparan.
Dengan demikian sebagai masyarakat yang baik kami perlu membangunkan dan mengingatkan pemangku jabatan akan sumpah dan tanggungjawabnya agar berpihak pada rakyat yang mana semestinya. Oleh sebab itu, kami Forum Mahasiswa Buruh Tani dan Masyarakat OKI Menggugat menyatakan sikap dan menuntut :

  1. Adanya transparasi dana bantuan mahasiswa berprestasi di OKI.
  2. Memberikan bantuan kepada Mahasiswa yang berasal dari OKI baik yang berkuliah di luar maupun dalam Provinsi untuk kembali menempuh pendidikannya di kampus masing-masing.
  3. Merawat fasilitas yang telah ada di kabupaten OKI.
    4. Segera memperbaiki jalan-jalan di kabupaten OKI yang sudah sangat memprihatinkan.
  4. Memberikan transparasi dana Khusus penanggulan Covid-19 baik yang telah habis pakai maupun yang masih ada.
  5. Mengusut tuntas seluruh kasus-kasus penyelewengan dana bantuan kepada masyarakat baik Bantuan Langsung Tunai (BLT) maupun bantuan sosial lainnya.
  6. Menyelesaikan seluruh kasus sengketa lahan yang terjadi di seluruh Kabupaten OKI.
  7. Memastikan bahwasannya CSR seluruh PT di OKI diperuntukan untuk kesejahteraan masyarakat dan mencabut izin PT yang terbukti limbahnya mencemari lingkungan.
  8. Memberikan bantuan secara langsung kepada buruh tani kabupaten OKI baik berupa fasilitas, dana maupun pelatihan guna meningkatkan kesejahteraan buruh tani kabupaten OKI.
  9. Diadakannya rapat koordinasi antara Bupati dengan seluruh pimpinan bagian yang bersangkutan selambat-lambatnya 3×24 jam setelah press release ini dikeluarkan.
    Ogan Komering Ilir, 27 Juli 2020
    Mengetahui,

Forum Mahasiswa , Buruh Tani dan Masyarakat OKI Menggugat

     (Andi Leo)

Komentar

Headline