oleh

Febri Zulian : Kami Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Usaha Yang Tidak Melaksanakan  SOP

TRIBUNPOS PALEMBANG – Aktivis Koalisi Masyarakat Peduli Dunia Kesehatan Republik Indonesia (KOMPAS RI) Febri Zulian meminta seluruh  fasilitas umum di Kota Palembang seperti tempat ibadah, tempat hiburan, pusat perbelanjaan serta transportasi publik harus  melaksanakan protokol  standar operasional prosedur (SOP) pencegahan dan mengantisipasi penularan corona virus disease (Covid-19).

SOP dimaksud meliputi, adanya petugas yang menangani pemeriksaan suhu tubuh, menyediakan fasilitas cuci tangan dan atau hand sanitizer, melakukan pembatasan jumlah dan jarak pengunjung (minimal 2 meter) dalam posisi berdiri maupun duduk,” ujar Febri kepada media, Sabtu (1/8/20).

Menurut penuturan Febri beberapa hari yang lewat mereka memasukkan surat kepada Walikota Palembang untuk melakukan sidak dan di setujui pak Sekda. Akhirnya pak asisten I yang pimpin kami rapat lalu kami turun bersama sidak kelapangan pada 29 Juli lalu.

“Iya dalam sidak kemarin, kami bersama-sama turun ke lapangan. Selain Asisten I, perwakilan dari Sat Pol PP, Polrestabes, TNI, Dinkes, Dinsos, PD. Pasar, Kominfo, Dinas Perdagangan, Dinas Pariwisata dan lainnya. Alhamdulillah kami yang peduli dunia kesehatan sangat di support oleh pak Sekda,” terang Febri.

Sidak dilakukan dari pukul 07.00 – 23.00 WIB dipimpin langsung oleh Kasat  Pol PP berdasarkan SK yang telah diterbitkan Walikota. Beberapa tempat keramaian seperti Pasar Lemabang, Hotel hotel seputaran di Jl. Kol. Atmo, Spa, Mall dan tempat-tempat karaoke sampai dengan diskotik.

Hasil yang didapatkan di lapangan ada beberapa tempat yang telah menerapkan aturan pemerintah dan sebagian lagi belum. “Kedepan kami dari KOMPAS RI akan sampaikan laporan tertulis hasil dari sidak ini dan menyampaikan langsung kepada Walikota agar dapat menjadi pertimbangan serta mencari solusi kongkrit. Karena Palembang masih berada di zona merah, kami harap Pemkot Palembang menindak tegas pelaku usaha yang tidak menerapkan Protokol Kesehatan,” Urai Febri menambahkan.

“Di sisi lain kami juga akan mengkaji bagaimana sebenarnya status ODP dan PDP yang terbaru ini, karena begitu mudahnya masyarakat yang berobat dan masuk fasilitas kesehatan lalu di nyatakan covid alias suspect dan bahasa lainnya yang membuat masyarakat gelisah saat ini, perlu ada langkah dan solusi agar masyarakat tenang melalui edukasi yang kongkrit dan kami akan bantu rumuskan hal tersebut,” tutupnya.

Wartawan : Syaiful Jabrig

Editor        : Indra Darmawan

Komentar

News Feed