oleh

Diduga Oknum Pjs Kades Membantu Ayahnya Merampas Tanah Milik Patmawati

TRIBUNPOS OKI , SUMSEL – Kembali berulah, salah satu mantan Kades diduga membantu melakukan pemerasan, menakuti, dan merampas hak warga berupa lahan/tanah yang berada di Desa Gajah Mati Kecamatan Sungai Menang Kabupaten OKI. Yang lebih tragis adalah laporan warga yang tertindas tidak di tindak secara serius oleh pihak kepolisian, pada sabtu (8/8/20).

Patmawati warga Kampung Gedung karya Jitu Kabupaten Tulang Bawang Lampung selaku pemilik sebidang tanah seluas 110 kapling / 220 ha yang di beli beliau dari Marzuki Johan selaku mantan lurah dengan harga 1 juta per-kapling berikut surat SKT.

“Setelah lima kali ganti Kades, lokasi kami aman-aman saja. Sudah 26 Tahun tanaman kelapa sawit kami, sudah berbuah agung dan sawah kami udah jadi dan udah di bajak. Setelah 27 tahun maka terjadi pemekaran Desa dengan kades pak Asmadi. Setelah Asmadi berhenti menjabat di gantikan Nuraini menjabat Pjs Kades Desa Bumi Asri Mandira Kecamatan Sungai Menang Kabupaten OKI. Setelah turun bantuan dari Dinas Pertanian untuk masyarakat 1,3 Miliar, Marzuki Johan datang dan merampas lahan kami yang sudah kami beli dari dia sejak tahun 1992-1993. Dia mengadakan preman-preman untuk merebut lahan kami,” jelas Patmawati selaku pemilik sah tanah tersebut.

Para preman yang memeras warga sudah terjadi dari tanggal 30/6/2020 yang dilakukan setiap hari sampai detik ini. Tindakan mereka sudah melebihi dari PKI merampas lahan memeras masyarakat dengan ancaman yang pedas dan menimbulkan keresahan terhadap warga.

“Setelah menguasai lahan kami, Marzuki Johan menyuruh para preman-preman menarik para petani menarik uang dengan cara paksa 10 juta per KK kapling/2hektar. Apabila para petani tidak mau membayar maka para petani di usir untuk menggagalkan lahan tersebut di dalam perampasan dan pemerasan di lahan yang di setujui oleh Kades Nuraini Bumi Asri Mandira anak angkat dari mantan Kades Marzuki Johan,” tambah Patmawati.

Patmawati sudah sekian lama melaporkan tindak pemerasan ini kepada pihak kepolisian terhitung dari tanggal 20/01/2020 dan berulang kali dipanggil hanya untuk melakukan penjelasan tetapi tidak ada tindak upaya penegasan dan keseriusan akan kasus ini.

“Kami sudah melakukan pelaporan ke pada pihak polisi sejak bulan Januari tapi belum ada titik terang terhadap kasus ini. Terlebih sekitar 3 hari yang lalu saat memberikan seserahan uang untuk preman sebesar 40 juta kemudian datang pihak dari kepolisian tetapi tidak terjadinya penangkapan dikarenakan alasannya kalah jumlah dengan preman,” tambah Patmawati.

Dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp Bripda M Ali Akbar selaku penyelidik/penyidik dari Kepolisian Sektor Sungai Menang mengatakan bahwa memang benar ibu Patmawati melapor, dan laporan awalnya ke Polres, kemudian dari Polres dilimpahkan ke kami.

“Dalam laporan tersebut ibu Patmawati melaporkan tindak pengancaman dan pemerasan. Setelah kami dalami laporan tersebut tidak dapat dilanjutkan alias di tutup. Lain daripada itu, menurut saya pokok permasalahannya adalah kepemilikan tanah, artinya selesaikan dulu kejelasan tanah tersebut. Artinya ranahnya ke Pidana Khusus (Pidsus),” jelasnya singkat.

Dilanjutkan kembali oleh Patmawati bahwa pihaknya sudah melaporkan hal tersebut ke BPN bahkan sudah rapat Tri Pitaka dengan Sekcam dan Kapolsek Sungai Menang, namun hingga kini tidak ada kabar berita.

“ Saya berharap pihak terkait dapat menyikap permasalahan ini serta bertindak tegas, baik menumpas preman mau pun memberikan keadilan dan mengakui kebenaran yang sebenarnya. Surat Keterangan Tanah (SKT) dan Kwitansi yang saya pegang jelas dan asli sebagai bukti tanah tersebut memang milik saya,” pungkas Patmawati.

Dihubungi Kadis DPMD Kabupaten Ogan Komering Ilir, Nursulah untuk meminta no handphone Kades Bumi Asri Mandira untuk konfirmasi hingga berita ini dipublikasikan belum juga merespon .

Wartawan : M Fadjri S

Editor        : Indra Darmawan

 

 

Komentar

News Feed