oleh

Basarnas dan Warga Terus Lakukan Pencarian Korban Hanyut di Sungai Ogan

TRIBUNPOS OGAN ILIR, SUMSEL | Memasuki hari kedua pencarian korban perahu terbalik yang mengakibatkan seorang warga Desa Sukacinta Kecamatan Muarakuang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan hilang terbawa arus Sungai Ogan pada Sabtu dini hari kemarin, terus dilakukan.

Tim Basarnas Provinsi Sumatera Selatan, Anggota Polsek Kecamatan Muarakuang serta dibantu masyarakat terus menyusuri sepanjang aliran Sungai Ogan dengan radius pencarian kurang lebih 5 km dari lokasi pertama kali korban dinyatakan hilang, Minggu (19/07/20).


Sehari sebelumnya, tepatnya pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.10 WIB warga Desa Nagasari, Kecamatan Muarakuang, Kabupaten Ogan Ilir dikejutkan dengan teriakan orang minta tolong dari Sungai Ogan.
Dari teriakan tersebut ternyata ada perahu tenggelam. Perahu tersebut ditumpangi Andika alias Bendi (30) dan Adi (38) yang menumpangi satu perahu dan hendak pulang dari menangkap ikan di Sungai Ogan.

Ketika berada di lokasi kejadian Desa Nagasari, perahu yang ditumpanginya terbalik sehingga kedua korban tenggelam ke dalam sungai. Beruntung salah satu korban, Adi berhasil menepi ke pinggir sungai dan berhasil menyelamatkan diri.

Sedangkan, korban lainnya Andika berenang ke tepi sungai. Sempat terdengar suara minta tolong namun setelah itu korban tidak terdengar dan hilang. Diduga korban hanyut terbawa arus sungai.

Menurut salah satu warga Desa Nagasari, Muslimin dirinya sempat mendengar suara teriakan minta tolong. Namun, setelah itu waktu dicek orangnya sudah tidak ada lagi. Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Desa Sukacinta Usman Iskandar, mengatakan bahwa hingga sekarang korban masih belum ditemukan dan masyarakat dengan alat seadanya masih terus melakukan pencarian.

Dihari pertama korban hilang, Usman Iskandar sempat menghubungi BPBD Kabupaten Ogan Ilir meminta pertolongan bantuan pencarian. Sesampainya di lokasi, Tim BPBD Kabupaten Ogan Ilir, baru sekitar sepuluh menit turun ke lokasi telah terjadi insiden kecil, karena speedboat BPBD akibat miskomunikasi sehingga menabrak perahu masyarakat yang ikut mencari korban. Akibatnya speedboat tersebut robek dibagian lambungnya.

Akibat insiden itu tim BPBD meninggalkan lokasi pencarian, dan sempat diungkapkan kekecewaan dari masyarakat akibat insiden yang terjadi tersebut. Masyarakat berbondong-bondong terus melakukan pencarian korban hingga malam hari. Pada hari kedua ini diterjunkan Tim Basarnas, yang membantu pencarian korban mulai dari pagi hari tadi sampai siang menjelang sore hari ini dibantu masyarakat, namun korban masih belum juga ditemukan.

Wartawan: Beta Aroni

Editor: Beby Putri Akbar

Komentar

Headline