oleh

Repdem Sumsel Siap Kawal Tuntutan Pedagang Pasar Induk Jakabaring

-Prabumulih-208 views

TRIBUNPOS.COM –  PRABUMULIH | Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Relawaan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Firli Darta, SH dampingi pedagang Pasar Induk Jakbaring saat mediasi Rapat Pendapat (RDP) di ruang rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Sumsel pada hari Senin (17/02/20200.

Rapat Pendapat yang difasilitasi oleh DPRD Sumatera Selatan Komisi II ini, dipicu oleh ketidaksesuaian jumlah dan ukuran lapak di Blok E, yang awalnya disepakati sejumlahnya 160 lapak dengan ukuran 3 X 2,5 meter persegi, menjadi 200 lapak.


Rapat yang berlangsung alot tersebut mempertemukan antara perwakilan pedagang Pasar Induk Jakabaring dengan Pihak Pengelolah pasar PT Swarna Dwipa Selaras Adiguna (SDSA).

Firli Darta, SH yang juga Advokat ini mengatakan mereka akan terus mengawal setiap aksi dari kawan-kawan. “kita siap membantu Tim investigasi Pemprov Sumsel dan Komisi III DPRD Sumsel yang bakal mengusut tuntas kasus ini, “ ujarnya.

Ketua Persatuan Pedagang Pasar Induk Jakabaring, Muksin menyebutkan pengurangan jumlah lapak dan pengurangan ukuran tersebut disinyalir dilakukan sepihak oleh manejeman PT SDSA.

Mereka juga memita PT SDSA bertanggung jawab, atas permasalahan tersebut.
“mereka meminta waktu hingga Kamis (20/02/2020) mendatang, untuk melaporkannya ke Dirut PT SDSA yang kini tengah dalam kondisi sakit, “ terang Muksin.

Rapat tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi II DPRD Sumsel Asgianto , Muksin meminta Pemprov mengambil langkah tegas terhadap permasalahan ini, terlebih Pemprov memiliki saham 20 persen di perusahaan ini.
Mereka juga mendesak Pemprov Sumsel, agar mengintruksikan PT SDSA untuk menyerahkan laporan pemasukan dan pengeluaran, selama mengelolah Pasar Induk Jakabaring.

Sementara itu Kadisperindag Sumsel, Iwan Gunawan berharap, ada solusi terkait kepemilikan lapak yang diminta pedagang. Termasuk kabarnya banyak pungutan liar.

Terkait tuntutan pedagang, Abdul Kadir , Kepala Pasar Induk Jakabaring menegaskan dirinya hanya menjalankan intruksi pimpinan.
“saat ini pimpinan kami dalam kondisi sakit dirumah sakit, kami pun tidak bisa mengambil keputusan dan mohon waktu hingga kamis, “ ucapnya.

Terpisah Ketua Komisi II Asgianto mengatakan pihaknya akan menjalankan fungsi lembaganya, “kita hanya sebatas menjembatani dan memfasilitasi persoalan yang dikeluhkan para pedagang, “ tutupnya. [RED]

Komentar

Headline