oleh

Pilkada OKU Timur Sangat Mengejutkan!!!

Pilkada OKU Timur Sangat Mengejutkan!!!

TRIBUNPOS PALEMBANG – Sungguh, saya begitu kaget saat mendapat informasi bahwa salah satu pasangan Balonbup OKU Timur yakni Fery Antoni – Meilinda gagal melaju sebagai Balonbup/Balonwabup, karena saya baru saja akan merilis tulisan “analisis subjektif” saya  tentang peta kekuatan 3 Pasbalonbup/Wabup di OKU Timur.

Tentu belum pupus ingatan kita tentang batalnya Ovi maju sebagai balonbup OI pada saat – saat injury time karena adanya warning KPU, kemarin saya mendapat kabar yang lebih mengejutkan bahwa FA – M gagal maju akibat kurangnya syarat dukungan Parpol.

Sungguh inilah salah satu kejutan politik yang paling menggegerkan dinamika pilkada di Sumsel.

Bagaimana tidak, pasangan FA-M yang jauh – jauh hari telah mempersiapkan diri untuk maju dengan keyakinan penuh dan optimis akan mampu memenangkan pilkada OKUT (karena dalam catatan saya mereka juga kandidat yang punya peluang besar) ternyata harus kandas sebelum pluit pertandingan dibunyikan KPU. Ibarat permainan bola mereka kalah WO akibat tidak melengkapi syarat untuk bisa masuk kelapangan pertandingan.

Ironis dan tragis ? Ya mungkin itu istilah yang tepat untuk menggambarkan kegagalan pasangan FA-M.

Apa yang salah dari strategi FA-M dan timnya ?

Menurut analisa saya kemungkinan besar  mereka terlalu fokus menyusun strategi penggalangan suara dan taktik kampanye sehingga ada faktor yang diabaikan, bahwasanya Pilkada di era millenial ini dinamika sikap dan kebijakan politik parpol pun menjadi bagian yang sangat krusial utk dikawal secara intens dan “Extra ordinary”.

Sudah banyak pengalaman bagaimana dibeberapa pilkada begitu dinamisnya langkah – langkah politik dari parpol didalam memutuskan dukungan kepada kandidat. Dan bagi kandidat beserta  timses yang mengatur strategi pemenangan seharusnya ini sudah masuk dalam kalkulasi mereka bahwa dukungan parpol selain kuat dalam posisi politik juga rentan dan  sangat dinamis. Bukan merupakan sesuatu yang diharamkan dalam konteks kepentingan politik, jika parpol beralih dukungan dari kandidat yang satu kepada kandidat yang lain.

Apakah parpolnya patut disalahkan ? Tidak boleh juga, karena bagi parpol siapa yang lebih bisa membangun komunikasi politik serta mampu membuat komitmen yang bisa saling menguntungkan, dan yang lebih utama adalah keyakinan bahwa kandidat yang diusung memiliki peluang besar untuk menang, maka itulah pilihan akhirnya.

Kembali pada peta politik di OKU Timur, maka dengan kegagalan pasangan FA-M  saya memprediksi pasangan Enos-Yudha akan melenggang untuk memenangkan pertarungan. Mohon maaf tidak bermaksud untuk  mengecilkan tekad dan semangat pasangan Ruslan-Herly, tapi feeling saya seluruh kekuatan klan Herman Deru dan klan Cholid Mawardi akan all out memenangkan Enos- Yudha. Dan bila Enos-Yudha menang, maka HD akan mendapatkan energi untuk semakin memperkokoh pengaruh politiknya di Sumsel.

Dan sungguh sayang, saya terpaksa tidak jadi menurunkan tulisan yang sudah siap untuk membedah peta kekuatan FA-M, Enos-Yudha, RT-HS.

Selamat berkontestasi, mari ciptakan Pemilu Damai dan berkualitas.

Selamat kepada masyarakat OKU Timur, siapapun yg nanti akan terpilih mereka adalah pemimpin baru yang siap membawa OKU Timur lebih maju dan sejahtera.

Salam takzim,

Suparman Romans

Ketua presidium

LKKPPD Provinsi Sumsel

Komentar

News Feed