oleh

Menakar Pilkada PALI Akankah Undergog Mampu Mengulang Sejarah ?

Menakar Pilkada PALI Akankah Undergog Mampu Mengulang Sejarah ?

 


TRIBUNPOS PALEMBANG – Ada 7 pilkada serentak tahun 2020 di Sumatera Selatan, dan masing – masing daerah memiliki keunikan tersendiri dan bahkan timbul kejutan – kejutan dalam perkembangan dinamika politiknya. Dan PALI, salah satu kabupaten yang juga akan menggelar pilkada bagi saya cukup menarik untuk dibahas. Mengapa ? Karena daerah ini termasuk salah satu kabupaten pemekaran yang memiliki progres pembangunan sangat signifikan, disamping daerah yang sangat potensial dengan kekayaan SDA-nya.

Saya ingin sedikit mengilustrasikan historis terbentuknya DOB kabupaten Pali.
Siapa yang tak kenal dengan kota Pendopo, kota yang penuh historis dan menjadi pusat eksplorasi tambang minyak dan gas di Sumatera Selatan sejak masa – masa penjajahan. Paling tidak kita cukup akrab mendengar nama perusahaan Stanvac selain Pertamina.

Dulu sebelum pemekaran potensi minyak bumi dan gas alam belum dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat Pali sendiri, karena bagi hasil pendapatan sektor minyak dan gas harus melalui pemerintah kabupaten Muara Enim. Masyarakat Pali hanya mendapatkan sebagian dari bagi hasil tersebut. Itulah ruh dari semangat masyarakat Pali untuk melepaskan diri dari kabupaten Muara Enim untuk membentuk Daerah Otonom Baru (DOB).

Dan sungguh suasana dan kondisi yang sudah berbeda jauh. Hikmah otonomi daerah dengan terbentuknya kabupaten Pali saat ini benar – benar dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Pali. Terutama setelah Pali memiliki kepala daerah definitif, Heri Amalindo. Percepatan pembangunan di berbagai bidangpun terjadi. Sebut saja antara lain dibidang infrastruktur.

Bupati Heri Amalindo yang notabene adalah seorang birokrat yang menyandang sarjana teknik sipil, tentu saja sangat faham bagaimana mengelola dan mengoptimalkan pembangunan fisik. Dan ini diimplimentasikannya dengan membangun berbagai sarana jalan, jembatan, puskesmas, sekolah di setiap kecamatan serta berbagai kebijakan dan program untuk mensejahterakan masyarakat Pali.

Komitmennya untuk mencetak para pemuda – pemuda putra daerah yang intelektual juga dilakukan melalui program beasiswa. Dan tentu saja tak bisa diabaikan, bagaimana komitmen Heri Amalindo untuk mengangkat harkat dan martabat kabupaten Pali untuk bisa sejajar dengan daerah kab/kota lain di Sumsel, khususnya dibidang pembinaan olahraga. Bukti dari suksesnya Heri Amalindo membangun prestasi olahraga kabupaten Pali adalah hasil PORPROV XII tahun 2019 yang lalu, dimana kabupaten Pali yang bisa dikatakan kabupaten (DOB) termuda mampu menorehkan tinta emas dengan berhasil merebut posisi 3 dari 17 kab/kota yang ikut sebagai peserta. Sungguh sebuah lompatan prestasi luar biasa.

Saya tidak bermaksud mengkultuskan sosok Heri Amalindo (HA) apalagi menggiring opini publik untuk menilai secara subjektif tentang keberhasilan beliau membangun Pali. Namun dari data dan fakta dilapangan, sulit bagi saya untuk tidak mengakui keberhasilan kepemimpinan HA selama 5 tahun (plus masa transisi sebagai Plt bupati Pali).
Dan saat ini HA yang berpasangan dgn H Sumarjono (pasangan HERO) akan kembali bertarung dalam kontestasi Pilkada PALI berhadapan dengan pasangan Devi Harianto dan Darmadi Suhaimi (pasangan DH-DS).

Bagaimana analisa saya terhadap kedua pasangan kontestan calon kepala daerah PALI ini ?

Sesuai judul tulisan diatas maka saya menempatkan pasangan DH-DS sebagai “underdog”. Naluri saya mengatakan bahwa ada strategi politik khususnya dari Partai Demokrat untuk menciptakan situasi politik seperti pilkada Muara Enim tahun 2018.  Dengan jelinya partai Demokrat mengusung kadernya Ahmad Yani berpasangan dengan Juarsah dari PKB untuk maju dalam pilkada Kab Muara Enim. Pasangan underdog yang tidak pernah diprediksi untuk menang, namun faktanya merekalah yang berhasil memenangkan pilkada tersebut. Sayangnya Ahmad Yani tersandung masalah hukum dan harus merelakan jabatannya kepada Juarsah.

Apakah Partai Demokrat terobsesi dengan euforia hasil pilkada Muara Enim dan berharap akan terulang kembali kejutan politik di kabupaten Pali ?
“Dugaan saya hal ini tentu sdh dihitung oleh partai Demokrat sehingga cukup berani mempertaruhkan reputasinya dengan mendorong Devi Harianto untuk maju sebagai Cabup. Dipihak lain dengan munculnya kompetitor selain pasangannya, maka pasangan HERO pasti telah menyiapkan strategi politik yang akan mengeliminir sekecil mungkin peluang pasangan DHDS dalam merebut suara pemilih nanti”.

Dan tentu saja publik dengan tidak sabar menunggu hasil akhir pertarungan politik yang cukup prestisius ini yakni pertarungan politik antara incumbent versus challenger.

Terlepas siapapun yang terpilih maka kita masyarakat Sumsel berharap akan diberikan tontonan kontestasi politik yg bermartabat, demokratis dan kondusif di kabupaten Pali.

Salam takzim,


Suparman Romans
Ketua Presidium
LKKPPD Prov Sumsel

Komentar

News Feed