oleh

Caleg Nasdem Diadukan ke Bawaslu Ogan Ilir

INDRALAYA, Tribunpos.com | Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Sumatera Selatan 2019-2024, Daerah Pemilihan (Dapil) OKI-OI dari Partai Nasdem, Hardi Sopuan diadukan ke Bawaslu Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (12/3/19).

Hardi dilaporkan ketua Karang Taruna Ogan Ilir, Wahyudi Marwan atas dugaan penyalahgunaan atribut lambang organisasi Karang Taruna pada kartu nama Caleg yang bersangkutan.

Wahyudi yang datang ke kantor Bawaslu Ogan Ilir didampingi Ryan Ebta Pratama dan Andri Putra, menyodorkan bukti-bukti dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan oknum Caleg Partai Nasdem tersebut.

Dijelaskan Wahyudi, pihaknya telah menemukan alat peraga kampanye (APK) berupa kartu caleg Nasdem yang mencantumkan logo karang taruna di dalamnya, bertuliskan kerjasama antara partai Nasdem dengan karang taruna.

Wahyudi mengatakan, organisasi Karang Taruna Ogan Ilir tidak pernah ada kerjasama dengan partai politik manapun. Apalagi sampai dibawa untuk kepentingan politik salah satu Caleg.

“Karang Taruna tetap netral dan tidak ikut terlibat dalam politik di perhelatan pemilu 2019,” jelasnya dilansir dari Sulu.

Kartu Alat Peraga Kampanye yang diduga mencaplok nama Karang Taruna didalamnya

Ia menyayangkan penerbitan kartu itu yang diduga telah dibawa ke ranah politik. Dirinya berharap pihak Bawaslu OI segera menindaklanjuti laporan tersebut.

“Kami telah melaporkan permasalahan ini kepada pengurus karang taruna provinsi dan dalam waktu dekat karang taruna provinsi akan mengambil sikap,” terangnya.

Sementara Bawaslu Ogan Ilir melalui Bagian Koordinator Divisi Hukum Penindakan Pelanggaran, Karlina membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari pengurus Karang Tarunan Kabupaten Ogan Ilir tentang adanya kartu yang berlogo Partai Nasdem dan Karang Taruna.

“Laporan ini telah kita terima, dan kita akan melakukan kajian terlebih dahulu sesuai UU no 7 tahun 2010, dengan waktu 14 hari kerja kita segera tindak lanjuti,” terangnya.

Lanjutnya, Kasus ini akan di dalami pihak Bawaslu Ogan Ilir, apakah masuk pelanggaran administrasi atau masuk ke ranah pidana.

Kartu yang dinilai memanfaatkan logo karang taruna untuk mempengaruhi calon pemilih, yang dilaporkan ke Bawaslu Ogan Ilir.

Dilansir suluperjuangan, saat dikonfirmasi, Hardi Sopuan mengaku baru mengetahui dari Jon Marson prihal beredarnya kartu berlogo karang taruna di alat peraga kampanye dirinya.

Menurutnya, hanya di tiga desa di Kecamatan Payaraman yang kartu itu disebar. “Cuma di tiga desa, itupun permintaan karang taruna desa” ujar Hardi.

Dirinya menambahkan, berdasarkan keterangan Jon Mathson yang juga Caleg DPRD Ogan Ilir rekan tandemnya, yang bersangkutan menjelaskan bahwa, kartu bisa ada dan menyebar di tiga desa yakni Serikembang I, Serikembang II dan Serikembang III, diawali oleh permintaan dari pihak ketua karang taruna desa setempat.

“Saya sendiri tidak tahu menahu yang mengerti adalah Jon,” ujarnya.

Berikut ini isi materi dalam kartu bernama Kartu Generasi Bersatu yang dilaporkan:

“KTI suatu wadah generasi bangsa yang mesti diberdayakan untuk masa depan desa, daerah dan bangsa, program kerja yang jelas merupakan wujud nyata sumbangsih terhadap bangsa ini, dalam mewujudkan program kerjanya kami mensuport dan peduli dengan menganggarkan dana sebesar Rp.15 juta setiap tahun untuk terlaksananya program kerja yang telah dilaksanakan.” (**)

Editor : Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed