oleh

Diduga Masalah Tanah, Kakak dan Adik Putuskan Duel

TRIBUNPOS SUMENEP , JATIM – Nasib Na’as Menimpa Dua warga di Kabupaten Sumenep terlibat perkelahian hebat saling bacok penyebabnya diduga karena urusan tanah, ironisnya keduanya masih memiliki hubungan darah yang sangat dekat yakni kakak beradik, Kamis (29/10/2020).

Kakak beradik yang terlibat perkelahian tersebut yakni Artawan (60) kakak dan Sahlawi (50) adik, keduanya warga Dusun Tarebung, Desa Tarebung, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur.


Berdasarkan keterangan pihak kepolisian melalui Kasubbag Humas Polres sumenep AKP Widiarti, perkelahian ini berawal dari adu mulut keduanya yang disebabkan sang kakak (Artawan, red), membajak sawah melebihi batas tegalan milik adiknya.

“Sebelumnya Artawan membajak tanahnya melampaui batas, hingga ke tanah milik Sahlawi yang lokasinya berbatasan,” kata Kasubbag Humas Polres Sumenep.

Sebenarnya cek cok antara keduanya sempat mereda, karena pada saat kejadian banyak warga sekitar yang melihat, namun saat situasi mulai sepi keduanya yang masih sama-sama emosinya belum mereda melanjutkan perkelahian adu mulutnya, emosi dari keduanya yang terus meningkat hingga terjadilah saling bacok.

Hingga akibat dari perkelahiannya itu kedua mengalami luka, Sahlawi menderita luka robek bagian kepala dan pada sikut kirinya. Sedangkan Artawan mengalami luka dibagian tangan kiri, dan betis kiri mengalami luka robek akibat bacokan parang yang dipegang oleh Sahlawi.

“Perkelahian itu terjadi di tanah tegalan milik Sahlawi,” jelas Widi.

Kemudian, Sekira pukul 07.00 WIB, Rabu 28 Oktober 2020 kemarin, Syamsul Hadi (57), Kapala Dusun Tarebung langsung melaporkan perkara tersebut ke Mapolsek Sapudi, yakni nomor : LP-B/7/X/RES.1.6/2020/Reskrim/Sumenep/SPKT Polsek Sapudi, tentang tindak pidana Penganiayaan, sebagaimana dimaksud di pasal 351 ayat (1) KUHP.

Saat olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan barang bukti (BB) 1 bilah parang dengan panjang 50 cm, 1 buah bambu dengan panjang 125 cm, dan sepasang sandal.

Korban penganiayaan tersebut langsung di bawa dan di rawat di Puskemas Kecamatan gayam.

Wartawan : Asmawan

Editor         : Liz Chaniago

Komentar

Headline