oleh

SJD Kontribusikan Millenial Bangunkan Desa

-Opini-130 views

SJD Kontribusikan Millenial Bangunkan Desa

Indra Darmawan


TRIBUNPOS PALEMBANG ꟷ Kondisi sosial yang berbeda pada saat ini membuat berbeda pula dalam berkontribusi terhadap bangsa Indonesia. Kita butuh orang yang peduli terhadap kondisi sosial masyarakat yang kian hari kian memprihatinkan. Pemimpin yang mempunyai wawasan kebangsaan sebagai basis nilai perjuangannya, dan mempunyai niat yang tulus dalam memperjuangkan hak rakyatnya.

Media sosial kini menjadi sarana efektif dalam memberikan wawasan dan informasi membangun yang positif, karena banyak kelompok intoleran yang menggunakan media sosial menjadi alat propaganda untuk menciptakan kegaduhan baik berkehidupan sosial, politik, budaya, agama dan lainnya.

Kaum muda diharapkan dapat memberikan kontribusinya baik dalam bentuk gagasan, tulisan bahkan perbuatan nyata bagi masyarakat di sekitarnya.

Kaum millenial khususnya Mahasiswa harus kritis dalam menanggapi isu-isu sosial politik, sosial ekonomi, sosial budaya dan sosial masyarakat yang tidak memihak kepada rakyat. Sebagai perwujudan dari Tri Dharma perguruan tinggi sudah sepatutnya mahasiswa harus berperan aktif dalam membela tindakan-tindakan pemerintah yang memandang rendah kepada rakyat. Sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah, sudah menjadi tanggung jawab mahasiwa untuk peka dalam menyuarakan keadilan.

Kaum millenial khususnya Mahasiswa adalah pemimpin dimasa datang, yang jadi ‘ The Giants Of Question’ kini apakah kaum millenial sekarang sudah siap untuk melanjutkan tongkat estafet dari beberapa Pemimpin yang meletakkan nilai – nilai kebijakan yang pro rakyat seperti halnya Bung Hatta, Bung TomoIr. Soetami,  dan tokoh lainnya.

Para mahasiswa sekarang cenderung apatis dan diam tanpa ada gerakan atas pembodohan yang semakin memperburuk kondisi idealisme seorang mahasiswa. Berbeda jauh dengan mahasiswa dibawah tahun 2000-an. Mahasiswa jangan mengikuti arus kehidupan yang tak menentu, jika itu terjadi maka mereka hanya akan menjadi generasi pengerat (tikus). Perubahan tidak pernah akan terjadi karena sifat idealis terpenjara dalam pikiran.

Kaum millenial yang tidak terbiasa bekerja di bawah tekanan dan anti terhadap politik serta kurang peka terhadap kondisi sosial, alamat nasib bangsa Indonesia mendatang dibawah langit kelam.

Mahasiswa jangan jadi aktivis yang hanya bisa mengkritik kebijakan publik di media sosial, segahar apapun kritik yang dipublikasikan jauh dari logika dan kurang etis. Hendaknya mengkritik disertai dengan solusi yang membangun.

Buktikan bahwa mahasiswa dan kaum millenial sekarang mampu merubah peradaban yang luar biasa bermanfaat bagi bangsa, negara dan rakyat Indonesia. Mari merubah Indonesia dengan memberdayakan pemuda – pemudi desa lewat ‘Sekolah Jurnalistik Desa (SJD)’, 1 Desa 1 Jurnalis, 1 Desa 1 Humas, 1 Desa 1 Youtuber dan 1 Desa 1 Web Desa.

Penulis merupakan Wakil Pimpinan Redaksi Tribunpos

 

Komentar

News Feed