oleh

GENCAR Sumatera Selatan Siapkan Manajemen Syariah Bantu Pedagang Tradisional

-Opini, Tokoh-84 views

GENCAR Sumatera Selatan Siapkan Manajemen Syariah Bantu Pedagang Tradisional


Opini : Charma Afrianto, SE

 

TRIBUNPOS PALEMBANG – “Pertumbuhan penduduk sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Kebutuhan sandang dan pangan membuat para produsen berlomba memberikan inovasi baik dari kwalitas produksi bahkan tampilan ritel dan berbagai promosi yang ditawarkan oleh pemilik ritel menggoda konsumen untuk mendatanginya”.

Pasar merupakan akses untuk memenuhi kebutuhan hidup di mana transaksi kebutuhan antar pedagang dan konsumen berkembang dengan pesatnya, hal ini dapat kita lihat di berbagai sudut kota bahkan di pelosok desa pasar kecil Minimarket kian menjamur.

Indomaret, Alfamart dan toserba lainnya tak ubahnya seperti jamur di musim penghujan. Kondisi ini muncul sebagai konsekuensi dari berbagai perubahan gaya hidup di masyarakat. Gaya hidup masyarakat yang kian modern baik dari tingkat pengetahuan dan pendapatan serta waktu yang terbatas, menuntut peritel untuk memberikan layanan yang plus dan kwalitas barang yang terbaik dari setiap jumlah uang yang dibelanjakannya. Peritel harus mampu mengakomodasi tuntutan tersebut jika tidak ingin ditinggal pelanggannya.

Perang dagang antara sesama pasar modern memang secara teoritis menguntungkan konsumen, namun dampaknya terhadap pasar tradisional membuat para pedagang kecil bahkan pedagang rumahan (warung) banyak yang gulung tikar.

Gerai-gerai minimarket malah membawa dampak negatif terhadap pedagang tradisional (toko dan rumahan). Konsumen lebih melirik ke minimarket yang menyajikan berbagai promosi barang dagangannya sehingga pelanggan di grosir biasa seperti pasar Tradisional dan toko/rumahan menjadi berkurang.

Pasar grosir, toko dan rumahan (warung) hanya menyediakan bahan pokok rumah tangga tanpa adanya promo ataupun potongan harga terhadap konsumen, ini dikarenakan modal usaha yang mereka keluarkan tidak begitu banyak sehingga hanya memberikan harga yang sesuai dengan modal usaha. Sementara minimarket yang bukan usaha perorangan namun satu badan usaha yang dikelola dengan sistem perkulakan, yakni barang-barang yang akan dipasarkan didapatkan dari PT. Indomarko menjamin stock barang selalu ada dan tidak tergantung pada modal usaha pribadi seperti pedagang toko dan pedagang rumahan (warung).

Selain memberikan discount belanja, inovasi terhadap fitur-fitur perbelanjaan yang disajikan oleh minimarket mulai dari menjual pulsa elektronik dan tiket kereta api, token listrik, gas, bahkan menyediakan mesin ATM membuat konsumen lebih memilih belanja di minimarket, dengan alasan  berbagai kebutuhan lengkap di minimarket, kemudahan transaksi melalui pembayaran elektronik (ATM) serta promo yang ditawarkan.

Inovasi yang dilakukan minimarket-minimarket otomatis membuat menurunnya omset pedagang di pasar tradisional (toko dan rumahan) yang  berdampak negatif pada rumah tangga ekonomi pasar tradisional. Melalui pengamatan dan survey kepada sejumlah pedagang rumahan (warung) di beberapa tempat di kota Palembang, mayoritas mereka mengeluh akan kehadiran minimarket-minimarket yang ada di lingkungan mereka.

Mengamati dan mendengarkan keluhan langsung dari pedagang toko dan rumahan (warung), Gerakan Cinta Rakyat (GENCAR) Sumatera Selatan Insha Allah akan berusaha membantu memecahkan masalah dan mencarikan solusi yang terbaik bagi saudara-saudara pedagang tradisional dengan membangun kembali sistem ekonomi syariah.

Penulis : Founder GENCAR dan Ketua Umum DPW PPMI Sumsel

Komentar

News Feed