oleh

Yan Graha: Ketua DPD Demokrat Banten itu Agamis, Alumnus Pondok Pesantren Lagi

TRIBUNPOS, BANTEN | Hebohnya pemberitaan terkait adanya KLB Partai Demokrat yang dilakukan oleh kubu Jhony Alen Marbun dkk, membuat gejolak dan suhu politik nasional maupun daerah memanas, tidak terkecuali di Banten.

Mantan kader serta kader Demokrat yang berasal dari Banten yang menghadiri KLB Demokrat di Sumut pun, mendapat kritikan serta sanksi pemecatan dari para petinggi Partai Demokrat daerah Banten.


KLB Partai Demokrat di Sumut yang menjadikan KSP Muldoko sebagai ketum, direspon sebagian besar kader Demokrat Banten sebagai dagelan politik semata untuk menghibur kader di tengah pandemi ini.

Salah satunya statement dari Ketua DPD Demokrat Banten, Iti Oktavia Jayabaya yang akan mengirimkan santet ke KSP Muldoko, hal ini ditanggapi berbagai elemen sebagai sebuah candaan atau balasan atas dagelan politik terhadap KLB Demokrat Sumut.

Yan Graha Sekwil LIRA Provinsi Banten mengungkapkan, walaupun dirinya tidak mengenal begitu dekat Bupati Lebak dua periode ini, namun dirinya meyakini bahwa kata kata Santet yang diungkapkan oleh putri tokoh kharismatik Kabupaten Lebak Mulyadi Jayabaya itu, adalah spontan yang sifatnya candaan.

Hal ini mengingat selain cerdas, Bupati Kabupaten Lebak Provinsi Banten ini seorang wanita yang agamis.

“Beliau itu santriwati alumni pesantren Daar el Qolam, ngajinya bagus, Senin Kamis dia puasa, dan peduli kepada anak yatim dan liat aja busananya selalu berhijab. Saya yakin tidak ada sedikitpun niat apalagi akan melakukan yang spontanitas terucap seperti video yang viral tersebut,” ucap Yan Graha.

Ditambahkan Yan, bahwa KLB partai Demokrat di Sumut membuat semua kader Demokrat geram tidak terkecuali kader Demokrat daerah seperti di Banten.

“Kondisi pandemi begini, saya yakin ini formula ibu Iti terhadap kadernya, biar selalu bahagia, ya dengan cara bercanda, biar semua kader tertawa, tapi pointnya beliau mendukung penuh kepemimpinan AHY dan menolak Muldoko,” ujarnya. (Red-TP)

Editor Berita: Sandi Pusaka Herman Timur

Komentar

Headline