oleh

Waspada, Pelaku Hipnotis Cara Baru Mulai Beraksi di Merak Banten

M Ridwan pegawai Terminal Terpadu Merak, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Kementerian Perhubungan yang menjadi korban hipnotis di kawasan pelabuhan Merak Banten, Jumat (20/7/2018). (Tribunpos)
Laporan Wartawan : Badiamin Sinaga / Merak, Banten

TRIBUNPOS.COM, MERAK — Bagi anda yang sering beraktivitas di kawasan Pelabuhan Merak Cilegon diminta untuk selalu berhati-hati dengan orang yang belum dikenal. Sebab, baru-baru ini pelaku kejahatan jalanan menghipnotis salah seorang staf pegawai Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Banten Kementerian Perhubungan.

M Ridwan menjadi korban hipnotis di area Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Mandiri Merak Banten, Jum’at (20/7/18) sekitar pukul 09.00 Wib kemarin.

Informasi yang dihimpun Tribunpos.com, pelaku hipnotis dilakukan seorang kakek diperkirakan berumur 60 tahunan.


Diceritakan korban, awalnya ia disapa seorang kakek, kakek tersebut bertanya bus jurusan ke Serang Banten.

Korban pun tak begitu curiga dan menjelaskan beberapa nama bus jurusan yang ditanya. Setelah menerima penjelasan, kakek itu pamit berterimakasih sambil mengajak korban bersalaman.

Saat bersalaman, diingat korban, ia merasa seperti ada batu kecil di telapak tangan kakek tersebut. Sesudah bersalaman, dirinya macam tak berdaya menyerahkan semua barang yang diminta kakek, seperti tas beserta Laptop, Jam Tangan, Dompet, ATM dan Handphone.

“Saya disuruh berjalan sambil menghitung langkah sebanyak 330, ketika hampir mencapai hitungan akhir, saya baru tersadar kalau saya kena hipnotis,” ucap Ridwan.

Dengan gerak cepat, dibantu teman-teman satu kantor, ia langsung membuat laporan kejadian ke Polsek Pulomerak dan menghubungi pihak Bank Mandiri untuk meminta pemblokiran ATM. Namun ternyata, isi saldo di dalam ATM nya sudah terkuras habis.

Mapolsek Pulomerak membenarkan kejadian ini. Dikatakan pihak kepolisian, setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak ke TKP.

“Iya, kami sudah menerima laporan korban, saat itu juga kami langsung gerak ke lokasi guna mengejar pelaku,” ungkap salah seorang Kanit yang tak berkenan disebutkan identitasnya.

Sementara itu Kepala BPTD Banten, Jonny Siagian meminta agar aparat penegak hukum dapat mengungkap pelaku atau jaringan pelaku hipnotis ini.

“Saya berharap polisi dapat menangkap pelaku kejahatan hipnotis ini, agar masyarakat pengguna jasa pelabuhan tak ketakutan dan kejahatan serupa tidak terulang kembali,” ujar Siagian.

Siagian juga menghimbau kepada para pegawai BPTD dan para penumpang di area Terminal Terpadu Merak (TTM) agar lebih waspada lagi. jangan mau diajak ngobrol oleh orang yang belum dikenal di jalan.

Pelaku kejahatan hipnotis atau ilmu gendam diperkirakan masih berkeliaran di sekitar pelabuhan Merak. (Tribunpos)

Editor : Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed