oleh

Warga Tanjung Pinang Pasang Spanduk Protes Jalan Rusak Bertahun-tahun Tak Diperbaiki

Warga: Kami Malu Punya 4 Anggota DPRD Tapi Jalan Rusak Parah

TRIBUNPOS, OGAN ILIR I Sebuah spanduk berukuran sekitar 2 x 1 meter berlatar merah, terpasang di pinggir atas Jalan Raya Desa Tanjung Pinang, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pada Ahad (25/4/2021).


Spanduk itu terpampang jelas bernuansa protes yang ditujukan kepada DPRD dan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir.

Spanduk yang bertuliskan ‘Hai DPRD dan Pemkab Ogan Ilir PERBAIKI JALAN KAMI !! #Jalan Kami Hancur, #Suara Rakyat Desa Tanjung Pinang dan Desa Limbang Jaya’. Persis dipasang tak jauh dari lokasi jalan yang paling parah rusaknya.

Kondisinya seperti kolam ikan mengangah, dengan genangan air yang 85 persennya hampir menutupi semua badan jalan.

Entah kapan dan siapa yang memasang spanduk protes itu. Namun pada pojok tengah atas spanduk berlogo Dema Pospera.

Pemasangan spanduk bentuk protes tersebut mengundang perhatian siapa pun masyarakat yang melintas. Bahkan banyak dari warga setuju dengan aksi protes tersebut.

Pasalnya jalan utama masuk desa Tanjung Pinang dan Limbang Jaya tersebut, sudah lama sekali tak diperbaiki.

Kalau -pun pernah diperbaiki, hanya sebagian kecil dari jalan yang rusak. Sedangkan sisanya dibiarkan rusak parah begitu saja.

Kondisi yang membuat warga masyarakat makin geram, karena dikedua desa tersebut terdapat 4 (empat) orang Anggota DPRD Kabupaten Ogan Ilir. Bahkan ada anggota dewan yang sudah 2 sampai 3 peridoe menjabat.

Namun, untuk urusan kepentingan umum, seperti jalan rusak ini pun tak mampu mereka perjuangkan agar diperbaiki dan layak.

“Untuk semua Anggota Dewan yang ada di Desa kami. Jalan ini urat nadi aktivitas warga, mohon diperjuangkan agar diperbaiki. Kami lelah bertahun-tahun rusak parah seperti ini. Anda-anda dipilih untuk membangun desa, Ingat amanah, Ingat Janji, Ingat Allah,” kata salah seorang warga yang enggan disebut namanya kepada Tribunpos, Ahad (25/4/21).

Warga berharap, Bupati yang terpilih untuk mau peduli memperbaiki jalan rusak di desa yang di dalamnya ada 4 anggota dewan ini.

“Kami Malu punya empat anggota dewan (DPRD Ogan Ilir) tapi jalan tetap rusak bertahun-tahun,” ucapnya.

Terkait dengan kondisi tersebut, Kepala Desa Tanjung Pinang II, Asmawi ketika dikonfirmasi mengaku tak mengetahui siapa yang memasang spanduk protes tersebut.

Dirinya sangat menyayangkan adanya protes warga yang ditujukan kepada anggota DPRD di desanya itu.

Menurutnya, hal ini bisa mengambil langkah secara kooperatif, duduk bersama antara masyarakat Desa Tanjung Pinang I, Tanjung Pinang II, Limbang Jaya I, dan Limbang Jaya II dengan keempat anggota yang berdiam di desa tersebut.

“Yah inilah masyarakat, mereka tidak sabaran dan cenderung mengkritisi pemerintah, padahal saya pernah melemparkan usulan untuk diajak duduk bersama,” jelasnya. (Tribunpos)

Editor Berita: Sandi Pusaka Herman Timur I RED

Komentar

News Feed