oleh

Wabup Ogan Ilir Ardani Bikin Hakim PN Palembang Geram, Ditanya Banyak Tak Tahu, Jadi Tugas Anda Apa?

Laporan: Irey-Syaiful Jabrig/ Wartawan Tribunpos Palembang, Sumsel

TRIBUNPOS, PALEMBANG — Ada-ada ulah Wakil Bupati Ogan Ilir Ardani di Pengadilan Negeri Palembang. Hakim yang memimpin sidang di pengadilan itu dibuatnya geram, pasalnya Ardani selalu menjawab tidak tahu saat ditanyai sebagai saksi dalam sidang korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya.


Dalam sidang tersebut, ketua Majelis hakim Sahlan Effendi Effendi mencecar Ardani selaku Kepala Bidang Organisasi Hukum (Kabiro Hukum) Pemprov Sumsel periode 2015-2019.

Hakim pun mempertanyakan tugas Ardani kala itu.

“Apa tugas saudara?” tanya Hakim.

“Menyiapkan administrasi penyerahan lahan dari Pemprov Sumsel ke Yayasan Masjid Sriwijaya dan melakukan koordinasi setiap SKPD,” jawab Ardani.

Namun, hakim pun kemudian menanyakan soal alokasi dana hibah dari APBD Provinsi Sumsel untuk pembangunan Masjid Sriwijaya.

“Saya tidak paham ada dana hibah dan lahan (pembangunan masjid). Ke lokasi juga tidak pernah,” ucap Ardani.

Hakim geram dan sebut konsekuensi sumpah palsu

Mendengar jawaban tersebut, majelis Hakim pun geram karena posisi Ardani merupakan perwakilan dari pemerintahan Biro Hukum yang menaungi permasalahan dalam pembangunan Masjid Sriwijaya.

“Kamu selalu (jawab) tidak tahu, Anda tahu konsekuensi sumpah palsu? Anda Wakil Bupati bantu kami. Jawaban Anda tidak tahu, dokumen hibah tidak tahu, soal aturan tidak paham,” tegas Hakim.

Mendengar ucapan tersebut, Ardani hanya terdiam.

Nama Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Disebut

Selain Ardani, Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga menghadirkan dua saksi lainnya yakni Syarulah Wakil ketua Divisi hukum Pembangunan Masjid Sriwijaya dan Angga Ariansyah yang sebelumya bertugas di aset Pemprov Sumsel.

Namun, keduanya juga mengaku tak mengetahui berapa luasan lahan yang dihibahkan untuk membangun masjid Sriwijaya yang kini sedang mangkrak.

“Tidak hafal luasannya berapa yang mulia,” ungkap keduanya.

Diberitakan sebelumnya, nama Alex Noerdin sebelumnya sempat disebut dalam sidang perdana pembangunan Masjid Sriwijaya pada Selasa (27/7/2021) kemarin.

Dalam sidang perdana itu JPU membacakan dakwaan itu Alex diduga menerima aliran dana sekitar Rp 2.343 miliar dan Rp 300 juta untuk operasional Helikopter saat menjabat sebagai Gubernur Sumatera Selatan.

Selain itu, masjid tersebut dibangun di atas lahan seluas 20 hektar dengan dana APBD yang telah dikeluarkan sebanyak  Rp 130 miliar.

Sekedar mengingatkan, Ardani diperiksa untuk keempat terdakwa yakni Eddy Hermanto selaku Ketua Umum Panitia Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, Project Manager PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya Yudi Arminto, Ketua Panitia Divisi Lelang pembangunan Masjid Sriwijaya Syarifudin dan Kerjasama Operasional (KSO) PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya, Dwi kridayani. (Red)

Sumber: Tribunsumsel
Editor: Sandi Pusaka Herman Timur

Komentar

Headline