oleh

Ustadz Derry Sulaiman Khotbah Jum’at di Meranjat, Jama’ah Antusias Dengarkan Kisah Hijrahnya

Laporan: Wartawan Beta Aroni/ Kabiro: Masykur Nukman

TRIBUNPOS, OGAN ILIR — Ustadz Derry Sulaiman yang juga mantan gitaris aliran rock cadas Jum’at (6/8/21) kemarin, menjadi Khotib Khotbah Jum’at di Masjid Darussholihin Desa Meranjat I, Kecamatan Indralaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel.

Kehadiran ustadz Derry Sulaiman menjadi magnet tersendiri bagi jema’ah masjid itu. Sontak antusias warga tua, muda datang berduyun-duyun untuk mendengarkan khotbah Jum’at Ustadz Derry Sulaiman di masjid tersebut.


Pantauan Tribunpos.com, tampak jama’ah memenuhi ruang masjid Darussholihin. Beberapa tokoh Desa Meranjat seperti Ustadz Nukman H Makmun, DR H Najib Asmani, Muhtadi, BE SKM dan Kepala Desa Meranjat I Ferry Apriansyah ikut hadir dan berbaur bersama jama’ah.

Saat khotbahnya, ustadz Derry yang dulu lebih dikenal sebagai gitaris band metal “Betrayer” itu terlihat berapi api.

Mantan gitaris aliran rock cadas ini mengharapkan melalui khotbah ini dapat meningkatkan syiar, sehingga berdampak pada perubahan perilaku masyarakat.

“Khususnya kesadaran kita semua untuk mengamalkan ajaran-ajaran agama secara maksimal dan termotivasi untuk memperbanyak amalan saleh sebelum bertemu dengan Allah SWT.” petikan dalam khotbahnya.

Ia juga mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam membangun Desa Merajat I ini khususnya.

“Kita harus terus berhijrah, melakukan gerakan perubahan demi kemajuan desa yang kita banggakan ini. Marilah kita songsong hari esok yang lebih cerah, kehidupan dunia yang lebih bermakna dengan terus meningkatkan kualitas diri dalam semua aspek untuk bekal di yaumil mahsyar kelak,” sebutnya.

Sementara itu, mengawali khotbahnya bertema ‘Dunia Sementara, Akhirat Selamanya’, ustadz Derry mengungkapkan sejatinya ia bukanlah seorang ustadz maupun ulama, namun lebih tepat disebut sebagai dai.

“Saya hanya berdakwah, karena tugas melaksanakan dakwah adalah kewajiban setiap muslim,” ucapnya.

Kemudian ia berbagi kisah hijrahnya dari seorang pencinta musik heavy metal, hingga dirinya mendapat hidayah dari Allah untuk menempuh jalan kehidupan yang benar.

“Sampai akhirnya saya menyadari, nikmat maksiat itu ibarat hanya setetes air jika dibandingkan dengan nikmatnya amal saleh yang seluas samudera,” katanya.

Ustaz Derry lalu menyebut dua kalimat yang kini mejadi moto hidupnya, “Allah Maha Kuasa, makhluk tak sedikit pun berkuasa. Hidup sementara, akhirat selamanya.”

Ia pun mengajak hadirin jama’ah sholat Jum’at untuk selalu menghadirkan Allah dalam setiap lisannya.

“Allah ada sebelum kata ‘ada’ itu ada, dan Allah akan tetap ada walaupun kata ‘ada’ itu sudah tidak ada lagi,” tambahnya.

Ia menambahkan, Allah SWT juga pernah menceritakan mengenai umat Muhammad di dalam kitab Taurat, Zabur, dan Injil. Sehingga para nabi sebelumnya pun menginginkan untuk menjadi umatnya Muhammad.

“Namun hari ini kita tak menyadari kemuliaan itu. Kita terlalu asyik mengejar dunia sehingga lupa tugas utama kita -meneruskan tugas nabi yakni berdakwah,” katanya.

“Ingat saudaraku, dunia ini merupakan tempat yang akan kita tinggalkan. Dunia ini diciptakan untuk kita, tapi sejatinya kita bukan diciptakan untuk dunia. Hari ini kita di atas tanah, nanti kita di bawah tanah, dan akhirat selama-lamanya,” pungkasnya diakhir khotbah. (Red)

Editor: Sandi Pusaka Herman Timur

Komentar

Headline