oleh

Ustadz Das’ad Latif Beri Ceramah di Kota Pempek, Resmikan Masjid An-Nur

Laporan Wartawan Tribunpos, Syaiful Jabrig, Palembang, Sumsel

TRIBUNPOS, PALEMBANG I Rasa penasaran masyarakat Palembang akan hadirnya ustadz Das’ad Latief memberikan tausiyah di ‘Kota Pempek’, akhirnya terbayarkan. Pendakwah yang terkenal dan viral sering muncul di jagat maya itu, menyampaikan ceramah agama di Masjid An-Nur di Jalan Srijaya, Lorong Cempaka Merah, Palembang, Ahad (28/03) sore tadi.


Saking penasarannya, banyak jamaah yang sudah hadir di masjid yang baru akan diresmikan tersebut sejak selepas zhuhur. Padahal ustadz Das’ad dijadwalkan memberikan ceramah mulai selepas ashar.

Selain faktor penasaran dengan ustadz kondang peraih gelar doktor ilmu hukum Islam itu, banyak warga yang datang lebih awal lantaran khawatir tak dapat tempat, karena panitia membatasi yang hadir mengingat pembatasan kerumunan.

Pantauan Tribunpos.com, tempat di sekitar masjid penuh dengan warga. Tampak di setiap pojok warga membuat kelompok kecil, walau hanya mendengar suara dari kejauhan, namun jamaah tempat mendengarkan ceramah ustadz Das’ad Latief sampai akhir.

Aan Kurniawan, salah seorang warga saat Jalan Sei Selan, Siring Agung Pakjo, mengaku sengaja hadir walau jauh untuk melihat dan mendengarkan langsung ceramah ustadz kondang Das’ad Latief.

“Walau tak dapat masuk ke dalam lokasi acara, dan tak dapat menatap langsung muka ustadz Das’ad Latief, tapi dengan mendengar suara ceramahnya dari kejauhan, saya sudah senang,” katanya.

Jamaah lain menyampaikan, kehadiran dan ceramah agama Das’ad Latief memang ditunggu-tunggu warga Kota Palembang. Selain sosok ustadz Das’ad yang fenomenal, beliau juga cerdas dan memiliki pengetahuan agama yang luas. Dengan penyampaiannya secara jelas, lugas dan spontan, orang cepat memahaminya.

“Ya semoga, jemaah yang hadir bisa mengambil inti sari ceramah ustadz Das’ad dengan sebaik baiknya, agar bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Aris Yulianto, salah seorang paniti acara mengatakan, sejak jauh hari telah mengantisifisasi agar proses kegiatan berjalan sebagaimana semestinya.

“Kami batasi jumlah jamaah yang hadir, jarak kursi pun diatur sesuai dengan protokol kesehatan. Di dalam tenda juga di pasang sekat pembatas, dengan satu pintu masuk dan keluarnya,” ujar Aris.

“Perkiraan akan ramai, maka kami perketat agar tidak terjadi kerumunan,” tambah Aris didampingi Ketua Yayasan Muhammad Ilah dan Ketua Masjid An-Nur Mahyuddin.

Sementara itu, dalam tausiyahnya ustadz Das’ad Latief menyampaikan, untuk selalu mengutamakan sedekah. Menurutnya, sedekah akan memudahkan segala urusan yang dihadapi seseorang.

“Jika kita sedang memiliki persoalan hidup, maka bersedekahlah. Dengan begitu insha’Alloh masalah akan Alloh selesaikan dengan segera,” ucapnya.

Ustadz Das’ad mengajak warga Palembang untuk jangan memiliki sifat pelit. Sebab sifat pelit sangat berbahaya, dapat menjadikan seseorang tak akan disukai oleh banyak orang. Bahkan orang pelit pun tidak suka dengan orang yang pelit.

“Sifat pelit akan menjadikan kita miskin,” katanya.

Diakhir ceramah, diminta menandatangani prasasti peresmian Masjid An-Nur, yang semula akan diresmikan oleh Walikota Palembang Harnojoyo.

“Kenapa saya yang dipilih untuk menandatangani, apa karena lebih banyak flowernya,” ucapnya seretak diiringi gelak tawa jamaah dan tamu undangan yang hadir.

“Ya, Alhamdulillah, begitu bapak menyerahkan tandatangan ini kepada saya, saya berpikir bahwa orang orang yang ada membangun masjid ini adalah orang orang yang fisabilillah, yang semata-mata hanya karena Allah, bukan mencari rezeki dunia, tapi betul-betul ingin mendapatkan penghargaan dari Allah. Terimakasih atas segala kebaikan bapak ibu, mudah-mudahan menjadi amal jariyah bagi konglomerat yang telah mewakafkan waktu, harta dan ilmunya untuk pembangunan masjid ini,” katanya diamiinkan seluruh jamaah. (Red-TP)

Editor Berita: Sandi Pusaka Herman Timur

Komentar

Headline