oleh

Ukuran Tidak Sesuai, Benarkah Pengerjaan PAMSIMAS Tidak Sesuai RAB ?

Laporan Wartawan : Hamdani, Tribun Pos Bengkulu Selatan.

TRIBUN POS, Bengkulu Selatan II Untuk meningkatkan jumlah fasilitas pada masyarakat yang kurang terlayani termasuk masyarakat berpendapatan rendah di wilayah perdesaan, pemerintahan pusat terus memberikan bantuan supaya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat, sebagai contoh Bantuan Air Bersih, dan Program Sumur Galian atau Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS).


Dengan adanya program tersebut, tentunya akan menelan anggaran yang tidak sedikit, di Desa Gedung Agung Masad kecamatan Pino kabupaten Bengkulu Selatan,  dengan anggaran mencapai Rp. 294 juta.

 

Plang Rencana Anggaran Bangunan

Namun sangat disayangkan, program tersebut banyak disalah gunakan oleh beberapa oknum yang di percayakan  untuk mengelola kegiatan tersebut, akan tetapi oknum tersebut tidak mengikuti aturan
yang tela di tentukan, seperti contoh kegiatan fisik yang mana sebelum kegiatan itu dikerjakan tentunya untuk menjadi pedoman para tenaga kerjanya, seperti gambar Rencana Anggaran Biaya (RAB) disitu sudah benar – benar menggunakan besi sejenis besi 12 cm. Namun dikegiatan fisik tersebut di buat dengan jenis besi berukuran 10 cm, dan ini sudah betul – betul melenceng dari aturan.

Maka dari itu, media Tribunpos.com Bengkulu Selatan mendapatkan informasi dari beberapa masyarakat yang namanya tidak ingin di publikasikan, namun masyarakat tersebut mengatakan bahwa untuk sepatu yang di tanam kedalam tanah untuk penahan tiang  penyangga bak penampung air tersebut, ukuran tinggi sepatu 30 cm namun cuman dibuat 20 cm, sementara panjang 80 cm dibuat ukuran 60 cm.

Namun karna media Tribunpos ingin menyakinkan apa yang diinformasikan dari masyarakat tersebut, akhirnya  langsung konfirmasi dengan pihak desa sebagai pengelola dan penanggung jawab kegiatan tersebut. Namun dari sekdes dan sekaligus sebagai ketua kelompok masyarakat Sulhadi menjelaskan kalau dirinya kurang begitu mengetahui, ” karna jelas bukan saya  yang bagian pengontrol di lapangan, nanti kita panggil dulu Tim Pemantau Kegiatan (TPK),” katannya, Senin (14/06/20210)

Disisi lain, Tio salah satu perangkat TPK yang bertanggung jawab menjelaskan dengan wajah pucat basi sudah tidak konsentrasi lagi, dan dengan kebesaran hati sekdes untuk menanggung resiko apapun kita hadapi, “bukan  besi 10 cm,” tutupnya.

Selain program tersebut yang di kerjakan oleh pihak desa, adapun program yang difasillitasi oleh dinas PUPR bagian bidang  Cipta Karya, untuk mengkkonfirmasi pada  pihak dinas terkait karna pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan RAB, namun Tribunpos.com Belum bisa mengkonfirmasi karena kasi yang membidangi tidak berada di tempat. (red)

 

Wartawan : Hamdani</strong
Editor : Putri

Komentar

Headline