oleh

Tuntut 50% UKT Tanpa Pengecualian, Mahasiswa Akan geruduk Rektorat dan Yayasan UPGRI Palembang

TRIBUNPOS PALEMBANG – Menindak lanjuti hasil audensi Bem Universitas PGRI bersama jajaran rektorat tentang tuntutan keringanan bayaran kuliah sebesar 50% pada 18 Juni 2020 lalu yang sampai saat ini belum ada kejelasan. Rabu (12/08/20).


Mahasiswa telah melakukan birokrasi secara benar namun tidak ditanggapi serius oleh rektorat maupun yayasan yang seharusnya bersikap cepat dan tanggap dalam hal ini. Apalagi ditambah telah di bukanya jadwal pembayaran semester baru oleh pihak rektorat menegaskan kembali tidak adanya pertimbangan hak-hak mahasiswa yang mereka lakukan.

“Oleh sebab itu kami mahasiswa UPGRI akan segera melakukan aksi untuk mendorong pihak rektorat atau yayasan segera mengeluarkan kebijakan keringanan biaya kuliah bagi seluruh mahasiswa UPGRI tanpa terkecuali,” ungkap Andi Leo aktivis mahasiswa UPGRI yang juga Ketua Ikatan Mahasiswa Ogan Komering Ilir (IMOKI) pada wartawan, Rabu (12/08/20) pagi.

Selain tuntutan keringanan biaya kuliah, masih ada point-point tuntutan lainnya mengenai fasilitas kampus, media informasi kampus, keamanan kampus dan lain-lain.

“Untuk seluruh mahasiswa UPGRI Palembang bersiaplah, kita akan menyampaikan aspirasi dengan lantang, sesungguhnya aksi ini adalah jalan terakhir saat kata-kata lembut kita tak di dengar dan birokrasi kita di patahkan,” tegas Andi.

“Maka untuk tercapainya cita-cita mulia dan keinginan dan jika dalam pergerakan itu ada kepentingan umat di dalamnya maka diam adalah suatu penghianatan, hanya ada satu kata lawan..!. Tutupnya.

Wartawan : Syaiful Jabrig

Editor         : Indra Darmawan

Komentar

Headline